30.1 C
Jakarta
Friday, October 9, 2026

Menolak Politik Uang, Menjaga Harga Diri dan Masa Depan Demokrasi

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Menolak Politik Uang, Menjaga Harga Diri dan Masa Depan Demokrasi

 

Update 87.Com

 

SEMARANG — Demokrasi yang sehat tidak hanya dibangun di bilik suara, tetapi juga dari keberanian masyarakat untuk berkata tidak terhadap politik uang.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Anti Politik Uang yang digelar Bawaslu Kota Semarang di Aula Kecamatan Semarang Tengah, Kamis (8/10/2026).

 

Mengusung tema “Sinergi Komitmen Partai Politik dan Masyarakat dalam Mewujudkan Demokrasi Anti Politik Uang”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya demokrasi yang bersih, berintegritas, dan bertanggung jawab.

 

Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur Bawaslu, pemerintah kecamatan, TNI-Polri, Panwas Kecamatan dan Kelurahan, LPMK, PKK, perwakilan penyandang disabilitas, serta berbagai unsur masyarakat Kecamatan Semarang Tengah.

 

Perwakilan Bawaslu Kota Semarang menekankan bahwa Kecamatan Semarang Tengah dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena memiliki posisi strategis sebagai bagian dari pusat Kota Semarang.

 

Masyarakat diajak tidak mudah mempertukarkan hak politiknya dengan imbalan materi. Sebab, pilihan politik yang lahir dari politik uang berpotensi merusak integritas demokrasi sekaligus memengaruhi kualitas kepemimpinan yang dihasilkan.

 

“Katakan tidak untuk politik uang. Mari bersama-sama membersihkan demokrasi agar kita mendapatkan pemimpin yang bersih,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

 

Sementara itu, dalam materi yang disampaikan anggota DPRD Kota Semarang Komisi C, Danur Rispriyanto, ditekankan bahwa demokrasi bukan sekadar aktivitas memilih, tetapi merupakan proses menentukan masa depan bersama.

 

Karena itu, pencegahan politik uang membutuhkan komitmen seluruh elemen. Partai politik dan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun budaya politik yang sehat, sementara masyarakat juga memiliki hak dan tanggung jawab untuk menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, serta rekam jejak calon.

 

Dari sisi kepolisian, kehadiran Polsek Semarang Tengah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap terciptanya situasi demokrasi yang aman, tertib, dan kondusif.

 

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H., melalui perwakilannya, menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap proses demokrasi yang berintegritas.

 

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu maupun aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

 

Sebab, ketika masyarakat berani menolak politik uang, sesungguhnya masyarakat sedang menjaga harga dirinya sendiri sekaligus ikut menentukan masa depan bangsa.

( editor – suntoko tim update 87 jateng)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş