31.4 C
Jakarta
Monday, May 18, 2026
Home Blog

Kemenag Lampung Selatan Sosialisasikan Budaya Disiplin, Kebersihan dan Ekoteologi di MAN 1 Lampung Selatan

0

Lampung Selatan — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan menggelar sosialisasi mutu budaya bertema “Kedisiplinan, Kebersihan, dan Ekoteologi” melalui kurikulum berbasis cinta di MAN 1 Lampung Selatan pada Senin, 16 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan H. Ahmad Rifa’i, Plt Kasi Penmad Kemenag Lampung Selatan H. Indra Zulqodri, Ketua Pokjawas Mistahul Jannah beserta tim, Kepala MAN 1 Lampung Selatan H. Ahmad Musopa, serta seluruh dewan guru dan staf tata usaha.

Dalam sambutannya, H. Ahmad Rifa’i menegaskan pentingnya penguatan budaya disiplin, kebersihan, dan kepedulian lingkungan di lingkungan madrasah sebagai bagian dari program Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa kedisiplinan di sejumlah madrasah saat ini perlu mendapat perhatian serius. Oleh sebab itu, seluruh elemen pendidikan diharapkan mampu membangun budaya kerja yang tertib, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, MAN 1 Lampung Selatan sebagai satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Lampung Selatan harus mampu menjadi contoh dan role model dalam tata kelola pendidikan, pembinaan karakter peserta didik, serta pengembangan program madrasah yang unggul.

“Madrasah harus memiliki rasa saling menghargai, rasa memiliki, dan komunikasi yang baik antar seluruh unsur pendidikan. Itu menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun madrasah yang maju dan berkualitas,” ujar beliau di hadapan peserta sosialisasi.

Selain penyampaian materi sosialisasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penanaman pohon di lingkungan madrasah sebagai bentuk nyata penguatan program ekoteologi. Kegiatan itu menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta membangun budaya cinta alam di lingkungan pendidikan.

Kepala MAN 1 Lampung Selatan H. Ahmad Musopa menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru, staf, dan peserta didik untuk terus meningkatkan kualitas madrasah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersihan, dan ekoteologi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang nyaman, bersih, hijau, dan berkarakter.(pep)

Diduga ada faktor pembiaran Talud Perumahan Griya Manggar Asri Trisobo, rembes/Bocor, Warga perumahan Yudistira 4 Resah

0

Kendal, Update 87.Com || perumahan Griya Manggar Asri Trisobo taludnya bocor dan terlihat sudah rapuh padahal diduga PSU ( Prasarana, Sarana, dan Atilitas umum) belum terpenuhi dan belum di serahkan ke pemerintah kabupaten kendal, dan masyarakat yang bertempat tinggal di perumahan Yudistira 4 sangat resah di karenakan kalau hujan air dari sela sela talud tersebut mengalir sangat deras.

Keresahan warga perumahan Yudistira 4 sangat beralasan karena dikala hujan turun pasti talud tersebut rembes/bocor sangat deras sehingga menyebabkan banjir di perumahan Yudistira 4, pengurus RT pernah berkomunikasi bahkan mengundang pengurus paguyuban perumahan Griya Manggar Asri Trisobo di undang untuk memecahkan persolaan ini namun sampai berita ini diterbitkan belum ada tindakan dari pihak perumahan Griya Manggar Asri Trisobo

Talud yang rembes/ bocor banyak faktor yang menjadi penyebab nya seperti Drainase yang tidak baik sehingga air tanah tertahan di dalam tanah ( jenuh Air) sehingga air mencari jalan keluar melalui pori pori dinding talud sehingga talud menjadi rapuh dan jadi longsor seperti yang terjadi baru baru lalu talud di perumahan Griya Manggar Asri Trisobo longsor.

Dipastikan harus ada pipa resapan yang diisi ijuk dan kerikil yang di tempatkan di beberapa titik sehingga dipastikan air tanah keluar dengan sudah ada tempatnya. Buatkan saluran yang memadai sehingga untuk menghentikan air hujan yang langsung meresap di permukaan tanah, untuk menghindari rembesan / kebocoran talud

Hal ini semua bisa dilakukan dengan keterlibatan pengembang atau Developer perumahan Griya Manggar Asri Trisobo, agar permasalahan ini segera tertangani dan tidak berlarut larut sehingga tidak menimbulkan korban atau kerugian di kedua belah pihak terutama masyarakat yang terdampak.

Awak media menghubungi instsi terkait menyampaikan lewat sambungan Whatsapp nya menyampaikan perumahan Griya Manggar Asri Trisobo ini belum PSU artinya semua masih menjadi tanggung Jawab developer, cobalah di komunikasi kan agar segera ada solusinya tulisnya di sambungan Whatsapp tersebut.

Sedangkan dari masyarakat atau warga perumahan Griya Manggar Asri Trisobo menyampaikan pernah di adakan pertemuan dengan warga Yudistira 4 , namun sampai saat sekarang ini belum ada kejelasannya lagi dari pihak developer perumahan Griya Manggar Asri Trisobo

Ketua LP KPK kabupaten kendal mas Dien menyampaikan kepada awak media bahwa tindakan pembiaran ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera di carikan solusinya agar tidak terjadi korban akibat dari bocor/ rembesnya talud Perumahan Griya Manggar Asri Trisobo tersebut, dan saya segera bersurat kepihak developer perumahan dan Dinas Dinas terkait, ucap mas Dien kepada awak media
( Adi & Tim update 87 jateng)

Pedagang Sayur Keliling Ikut Rasakan Berkah TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen

0

Kodim Sragen – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim Sragen tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik bagi masyarakat desa, namun juga membawa berkah ekonomi bagi warga kecil. Salah satunya dirasakan oleh Udin(43) warga gading sari, pedagang sayur keliling yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi TMMD.

Siang itu, dengan wajah sumringah, Udin tampak melayani anggota Satgas TMMD yang membeli sayuran dagangannya. Gerobak sayur yang biasanya masih penuh saat matahari mulai meninggi, kini tinggal menyisakan sedikit barang dagangan.

“Alhamdulillah, sejak ada Satgas TMMD jualan saya cepat habis. Biasanya jam segini saya masih muter kampung, sekarang sayur tinggal sedikit,” ungkap Udin penuh rasa syukur.(Minggu)17/5/2026.

Kehadiran personel Satgas TMMD di tengah masyarakat ternyata memberikan dampak positif yang nyata bagi roda perekonomian warga sekitar. Aktivitas para prajurit yang berbaur bersama masyarakat menciptakan suasana hidup dan ramai di desa sasaran TMMD.

Tidak hanya fokus mengerjakan pembangunan infrastruktur, anggota Satgas TMMD juga menunjukkan kepedulian terhadap warga dengan membeli kebutuhan sehari-hari dari pedagang kecil setempat. Sikap sederhana tersebut menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan juga bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Di sela kesibukan pengerjaan sasaran fisik, para anggota Satgas tampak akrab bercengkerama dengan warga. Kehangatan hubungan itu menghadirkan semangat baru bagi masyarakat desa.

Kehadiran TNI tidak lagi dipandang berjarak, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat.

Program TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen memang membawa harapan baru. Jalan diperbaiki, fasilitas umum dibangun, dan kebersamaan antara TNI dengan rakyat semakin kokoh. Di balik pembangunan itu, tersimpan kisah-kisah kecil penuh makna tentang senyum warga yang ikut merasakan manfaatnya.

Bagi Udin, TMMD bukan hanya tentang pembangunan desa, tetapi juga tentang rezeki yang datang bersama hadirnya para prajurit di kampungnya.

“Semoga TMMD seperti ini terus ada. Desa jadi maju, rakyat kecil seperti saya juga ikut senang,” tutupnya.

(Yuli)

Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari

0

Sragen – Gelak tawa dan cipratan air mewarnai suasana di lokasi sumur bor hasil pengerjaan Satgas TMMD Reguler 128 Kodim 0725/Sragen di Dusun Gadungsari, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang. Warga tampak begitu bahagia menikmati derasnya aliran air bersih yang kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Di tengah suasana penuh keceriaan itu, Dansatgas TMMD Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., turun langsung meninjau hasil pembangunan sumur bor yang menjadi salah satu harapan besar warga desa selama ini. Momen penuh kehangatan tersebut berlangsung pada Minggu (17/5/2026).

Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias bermain air di sekitar lokasi sumur bor. Sebagian warga bahkan tampak sengaja membasahi diri sambil tertawa bahagia merasakan segarnya air bersih yang mengalir deras dari instalasi yang dibangun Satgas TMMD. Pemandangan itu menjadi gambaran sederhana tentang betapa berharganya keberadaan sumber air bagi masyarakat desa.

Selama ini, warga Dusun Gadungsari kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau datang. Kini, melalui pembangunan sumur bor oleh Satgas TMMD, kebutuhan air masyarakat mulai terpenuhi dan bahkan sudah dapat dialirkan ke rumah-rumah warga melalui instalasi pipa air.

Melihat kebahagiaan masyarakat, Dansatgas Letkol Inf Dindin Rohidin mengaku bersyukur karena hasil kerja Satgas TMMD benar-benar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

“Melihat masyarakat tersenyum dan bahagia seperti ini menjadi kebanggaan bagi kami. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat, dan kami berharap sumur bor ini bisa memberikan manfaat besar bagi warga Dusun Gadungsari dalam jangka panjang,” ungkap Dansatgas.

Kehadiran TMMD Kodim 0725/Sragen melalui pembangunan sumur bor tersebut kembali menunjukkan bahwa pengabdian TNI bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi masyarakat. Dari aliran air yang kini menghidupi Dusun Gadungsari, tumbuh rasa syukur, kebersamaan, dan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Yuli)

Pelatihan Pembuatan Donat TMMD 128, Dorong Kreativitas dan UMKM Ibu-Ibu Desa Godo

0

PATI – Suasana penuh semangat dan antusias tampak di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, saat kegiatan penyuluhan non-fisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati digelar, Minggu (17/05/2026).

Kegiatan yang mengangkat pelatihan tata boga pembuatan donat tersebut diikuti ibu-ibu PKK dan masyarakat desa dengan penuh perhatian dan semangat belajar bersama.

Diyah Fitri Aningsih, warga Desa Godo yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi kesempatan baik bagi masyarakat untuk mengasah kreativitas dan keterampilan usaha rumahan. Menurutnya, pelatihan pembuatan donat diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu di lingkungan desa. Dengan keterampilan sederhana namun memiliki nilai jual, masyarakat diharapkan dapat mulai membangun UMKM mandiri dari rumah.

Sebagai narasumber, Ny.Suryati Arifin yang merupakan perwakilan Persit Ranting 19 Koramil Winong memberikan materi sekaligus praktik langsung pembuatan donat kepada peserta. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Persit dalam kegiatan non-fisik TMMD merupakan bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat desa. “Harapan kami, pelatihan ini bisa mendorong warga Desa Godo agar lebih semangat meningkatkan UMKM dan perekonomian keluarga,” ujarnya di sela kegiatan.

Ketua PKK Desa Godo, Ibu Siti Suryah Godo, mengaku senang melihat tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, selain menambah keterampilan, kegiatan seperti ini juga mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi bagi kaum ibu di desa. Ia berharap keterampilan tata boga yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kapten Arh Dian Dwi Putra menyampaikan bahwa kegiatan non-fisik TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa. Melalui pelatihan keterampilan seperti pembuatan donat, Satgas TMMD berharap masyarakat memiliki bekal untuk meningkatkan ekonomi keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

(Yuli)

Gotong Royong di Tengah Progres RTLH, Rumah Dwi Andrianto Hampir Rampung Dikerjakan

0

PATI – Suasana hangat kebersamaan terlihat di salah satu rumah warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Di tengah terik siang, anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati bersama warga terus melanjutkan pekerjaan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Dwi Andrianto, Minggu (17/05/2026).

Di lokasi, aktivitas pengerjaan tampak fokus pada tahap akhir pemasangan keramik lantai. Beberapa anggota Satgas dan warga saling membantu, ada yang menyiapkan material, ada yang merapikan bidang lantai, sementara lainnya memastikan setiap bagian siap dipasang dengan rapi. Meski sederhana, suasana kerja terasa ringan karena dikerjakan bersama-sama.

Rumah yang sebelumnya masih jauh dari kata layak, perlahan berubah menjadi hunian yang lebih nyaman dan bersih. Setiap keping keramik yang terpasang menjadi tanda bahwa proses menuju rumah yang lebih baik semakin dekat dengan penyelesaian.

Dan SSK TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, Kapten Inf Andik Setiawan, mengatakan bahwa pekerjaan RTLH terus dikebut agar segera bisa diserahkan kepada pemiliknya.

“Pekerjaan saat ini sudah sekitar 89 persen. Kami fokus menyelesaikan tahap akhir agar rumah segera bisa digunakan dengan lebih layak dan nyaman,” ujarnya.

Di sisi lain, Dwi Andrianto tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program TMMD yang telah mengubah kondisi rumahnya menjadi jauh lebih baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Rumah ini sekarang jauh lebih nyaman. Terima kasih untuk bapak TNI dan warga yang sudah membantu,” ungkapnya.

Program TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat—ketika warga dan TNI bergandengan tangan untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan langsung oleh keluarga di desa.

(Yuli)

Kajati Kalbar Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Perkuat Komitmen Mengawal Kebangkitan Ekonomi Desa

0

KUBU RAYA — Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan menghadiri secara virtual kegiatan Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sabtu (16/5/2026), yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Peresmian dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa koperasi merupakan kekuatan ekonomi rakyat yang harus menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian bangsa mulai dari tingkat desa dan kelurahan.

Presiden juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem ekonomi desa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat bergerak setiap hari dari desa dan kelurahan. Selain itu, pengelolaan koperasi ditegaskan harus profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru berbasis desa dan kelurahan. Kehadiran Kejaksaan RI dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi penegak hukum dalam mendukung serta mengawal program strategis nasional agar berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Barat, di antaranya perwakilan Gubernur Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, DPRD Kalbar, Kajati Kalbar, Lantamal XII, Polda Kalbar, dan Lanud Supadio.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Kalbar Dr. Emilwan Ridwan menyampaikan bahwa Kejaksaan siap mendukung penuh pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kejaksaan tidak hanya hadir dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional. Program Koperasi Merah Putih harus dijaga bersama agar berjalan transparan, profesional, dan benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat desa,” tegas Kajati Kalbar.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan ekonomi berbasis desa merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan ekonomi nasional dari akar rumput.

Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, membuka peluang usaha produktif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaya saing.

Dani 87

Bhayangkara Presisi Tembus Grand Final AVC 2026

0

Pontianak, Kalimantan Barat — Tim voli Bhayangkara Presisi memastikan diri melaju ke grand final ajang AVC setelah tampil impresif sepanjang turnamen. Manajer tim, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan ini. Minggu(17/5).

Dalam pernyataannya, Dr. Pipit Rismanto mengungkapkan terima kasih kepada para pemain, suporter, serta masyarakat luas yang turut memberikan dukungan penuh selama kompetisi berlangsung.

“Kita bersyukur dan berterima kasih kepada tim, suporter, masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan seluruh warga negara Indonesia atas dukungannya,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bhayangkara Presisi menembus grand final tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang ikut menyukseskan penyelenggaraan turnamen.

Lebih lanjut, Pipit menekankan bahwa kepercayaan dari Presiden AVC kepada Indonesia sebagai tuan rumah menjadi momentum penting untuk menunjukkan kapasitas bangsa dalam menggelar event internasional.

“Kita diberi kesempatan oleh Presiden AVC sebagai tuan rumah. Ini momentum yang baik untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa event internasional bisa kita selenggarakan di Indonesia, khususnya di Pontianak,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk lebih berani menggelar ajang berskala global.

Ia juga berharap kesuksesan Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain.

“Saya yakin event seperti ini bisa menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain, jadi bukan hanya di Kalimantan Barat saja,” tambahnya.

Selain kebanggaan atas pencapaian di level Asia, Bhayangkara Presisi kini mengincar target lebih besar. Pipit menyebut bahwa tim yang lolos ke grand final akan melangkah ke ajang FIVB Volleyball Men’s Club World Championship.

“Kami sangat senang bisa masuk grand final. Tentu yang kita inginkan adalah tim ini bisa mengikuti World Men’s Club Championship,” ujarnya.

“Ia menambahkan bahwa Indonesia bersama Iran telah memastikan diri untuk tampil di kejuaraan dunia yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Laga penentuan juara AVC akan berlangsung dalam dua pertandingan penting hari ini:
Pukul 15.00 WIB
JTEKT Stings Aichi (Jepang) vs Hyundai Skywalkers (Korea Selatan)
Perebutan posisi Juara 3 dan 4
Pukul 19.00 WIB
Jakarta Bhayangkara Presisi (Indonesia) vs Foolad Sirjan Iranian (Iran)
Grand Final (Perebutan Juara 1 dan 2)

Panitia telah menyiapkan rangkaian seremoni penghargaan yang akan berlangsung langsung setelah pertandingan:

Setelah pertandingan perebutan tempat ketiga, akan langsung dilakukan penyerahan trofi dan medali Juara 3.
Setelah laga final, akan digelar closing ceremony, yang dilanjutkan dengan:
Penyerahan Best Player
Penyerahan trofi dan medali Juara 2
Penyerahan trofi dan medali Juara 1 (Champion)

“Grand final AVC di Pontianak menjadi momen penting bagi Indonesia, tidak hanya dari sisi prestasi olahraga, tetapi juga sebagai bukti kemampuan menjadi tuan rumah event internasional. Dengan dukungan penuh masyarakat, Bhayangkara Presisi kini memikul harapan besar untuk membawa pulang gelar juara sekaligus mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.” tutup Dr Pipit

Dani 87

Ketapang Juara Umum Pembinaan Muallaf di MTQ Antar Saudara Baru se-Kalbar

0

Pontianak, KALBAR – Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Saudara Baru 1 tingkat Kalimantan Barat yang digelar di Kota Pontianak pada 17 Mei 2026 berlangsung penuh semangat religius dan nuansa persaudaraan. Kegiatan ini mempertemukan peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dalam kompetisi syiar Islam dan pembinaan muallaf.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Kabupaten Ketapang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih *Juara 1 Lembaga Pembina Muallaf Terbaik*, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi pembinaan keagamaan dan penguatan mental spiritual para saudara baru di daerah.

Tak hanya unggul pada kategori lembaga, kontingen Ketapang juga sukses membawa pulang sejumlah prestasi pada cabang perlombaan, di antaranya:

Juara 1 Tahfidz Putri
Juara 3 Tahfidz Putra
Juara 3 Tartil Putra

Sementara pada kategori lembaga, posisi berikutnya diraih oleh:
Juara 2: Singkawang
Juara 3: Sintang

Ketua Lembaga Majelis Taklim Muallaf (LMTM) Ketapang, Ali Muhamad yang akrab disapa Verry Liem, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan muallaf di Ketapang.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara lembaga, pemerintah daerah, tokoh agama, para pembina, donatur, serta para ustadz yang selama ini aktif mendampingi para muallaf.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama. Tanpa dukungan dan sinergi semua elemen, capaian ini tidak mungkin terwujud. Kami dari LMTM mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya Pemerintah Daerah Ketapang, MUI Ketapang, Kementerian Agama Ketapang, para pembina, donatur, dan para ustadz. Secara khusus kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kyai Faishal selaku Ketua MUI yang selama ini aktif melakukan pembinaan,” ujar Verry.

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Qur’ani dan pendampingan muallaf di Kabupaten Ketapang terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Dani 87

Ahmad Syamsuri Dikeroyok 40 Orang & Tangan Kaki Digergaji Hidup-Hidup, Ketua DPD LBH ARB: Ini Kejahatan Luar Biasa yang Harus Dihukum Seberat-beratnya

0

Gunung Mas, Kalimantan Tengah – Dunia hukum dan masyarakat Kalimantan Tengah diguncang oleh peristiwa keji yang menimpa Ahmad Syamsuri (38 tahun), warga Desa Tumbang Naan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas. Ia dikeroyok sekitar 40 orang, sebagian berseragam perusahaan dan bertopeng, lalu tangan serta kakinya digergaji hidup-hidup karena vokal menolak aktivitas tambang yang merusak sawah dan sumber air warga. Atas peristiwa yang menggugah kemarahan seluruh bangsa ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Bantuan Hukum Aspirasi Rakyat Bersatu (LBH ARB), Asido Jamot Tua Simbolon, S.H. atau yang akrab disapa Edo, angkat suara tegas.

Kronologi Peristiwa yang Mencengangkan

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu sore, 13 Mei 2026, saat korban baru pulang dari ladang. Tanpa peringatan, ia dikepung puluhan orang yang membawa kayu, besi, gergaji, dan senjata tajam. Korban dipukul, ditendang, diinjak hingga babak belur dan tak sadarkan diri, lalu diikat ke sebatang pohon. Dalam keadaan tak berdaya, tangan kiri dan kaki kirinya digergaji hidup-hidup, sambil pelaku berteriak ancaman: “Ini pelajaran! Siapa lawan kami, kami musnahkan. Jangan harap bisa hidup tenang kalau masih ganggu usaha!” Suara teriakan kesakitan korban terdengar sampai ke pemukiman warga. Saat warga berdatangan, pelaku segera melarikan diri menggunakan truk dan sepeda motor. Kondisi Ahmad Syamsuri saat itu sangat kritis dengan luka potong dalam dan tulang patah, sehingga harus segera diterbangkan ke RSUD Palangka Raya untuk mendapatkan perawatan intensif. Kasus ini semakin menjadi sorotan luas setelah rekaman video dan foto-foto kejadian beredar secara luas di media sosial pada Kamis, 14 Mei 2026.

Tanggapan Tegas Ketua DPD LBH ARB

Menanggapi peristiwa yang dinilai sebagai tindakan pengecut dan kejam luar biasa itu, Asido Jamot Tua Simbolon, S.H. menyatakan bahwa perbuatan tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang harus ditindak tegas tanpa ampun. “Menyerang satu orang tak berdaya oleh 40 orang bersenjata adalah bukti nyata ketidakberanian dan kekejaman yang melampaui batas kemanusiaan. Motifnya sangat jelas: teror dan pembungkam suara warga yang berani mempertahankan hak atas tanah dan airnya yang dirusak oleh aktivitas tambang yang izinnya masih dipertanyakan,” tegas Edo pada keterangan persnya, Sabtu (17/5/2026).

Ia menambahkan, peristiwa ini merupakan bukti pahit bahwa memperjuangkan hak hidup dan lingkungan kini harus dibayar dengan darah dan nyawa. “Kejahatan ini dilakukan secara terencana, terorganisir, dan dengan niat menghilangkan nyawa serta menanamkan rasa takut di hati seluruh warga. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bahwa kekuatan dan kekuasaan boleh menindas hak rakyat kecil,” ujarnya dengan nada geram.

Dasar Hukum yang Tegas Menjerat Para Pelaku

Dalam keterangannya, Edo juga menjabarkan landasan hukum kuat yang menjadi dasar penuntutan terhadap seluruh pelaku, baik yang terlibat langsung maupun yang memberi perintah:

– Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28G Ayat (2): Menjamin hak setiap orang untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia .

– Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Secara tegas melarang setiap bentuk penyiksaan, perlakuan kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia .

– Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia: Mengatur sanksi pidana berat bagi pelaku kejahatan kemanusiaan, termasuk penyiksaan yang dilakukan secara meluas atau sistematis .

– Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 338, 351, dan 170: Mengancam dengan hukuman berat bagi perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat atau kematian, serta tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama.

– Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban: Menjamin hak korban untuk mendapatkan perlindungan keamanan, pemulihan, dan keadilan selama proses hukum berlangsung .

– Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia: Telah diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998, yang mewajibkan negara menindak tegas setiap tindakan penyiksaan .

– Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme: Tindakan yang bertujuan menimbulkan rasa takut meluas dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana terorisme .

“Seluruh perbuatan tersebut memenuhi unsur kejahatan kemanusiaan, penyiksaan berat, dan tindak pidana terorisme. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan perbuatan sekejam itu. Hukum harus ditegakkan secara tegas, adil, dan tidak pandang bulu, hingga ke pihak yang memberi perintah,” tegas Edo.

Desakan Agar Proses Hukum Berjalan Cepat dan Tegas

Ketua DPD LBH ARB itu mendesak Kepolisian Resor Gunung Mas untuk segera menangkap dan menahan seluruh pelaku beserta pihak yang bertanggung jawab di balik peristiwa tersebut, termasuk pemilik perusahaan. Ia juga mendukung langkah Kapolres Gunung Mas yang telah menyatakan akan memburu habis seluruh pelaku, serta dukungan terhadap langkah Komnas HAM yang menilai ini sebagai pelanggaran HAM terberat tahun ini. “Kami juga mendesak Gubernur Kalimantan Tengah untuk tetap tegas menutup permanen lokasi tambang tersebut dan mencabut izinnya, karena terbukti merusak lingkungan dan menjadi sumber kekerasan. Negara wajib hadir melindungi warganya, bukan membiarkan rakyatnya diteror hanya karena mempertahankan haknya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edo meminta agar korban dan keluarganya mendapatkan perlindungan penuh, perawatan medis terbaik, serta ganti rugi yang layak. “Kami dari LBH ARB siap mendampingi korban dan keluarganya dalam seluruh proses hukum, demi memastikan keadilan benar-benar terwujud. Keadilan bagi Ahmad Syamsuri adalah keadilan bagi seluruh warga yang berani bersuara,” pungkasnya.

Hingga kini, semangat warga tetap menyala. Meski diteror, mereka bersumpah takkan mundur dan akan terus mempertahankan tanah serta sumber air mereka. Kasus ini menjadi pengingat nyata: perjuangan mempertahankan hak hidup di bumi pertiwi masih harus dibayar dengan pengorbanan yang sangat mahal.

Dani 87

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş