27.8 C
Jakarta
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog

Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi dan Sportivitas

0

Kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional Brimob Xtreme 2026 resmi ditutup Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak 7 hingga 12 April 2026 ini, sukses menjadi panggung kompetitif bagi para atlet menembak dari dalam dan luar negeri.

Turur hadir pada acara penutupan yakni Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, Para Danpas Korbrimob, Para Teknisi Utama Tk. I dan Tk. II Korbrimob, Para Pejabat Utama Korbrimob, Para Danmen/Dansat Korbrimob serta Para Teknisi Madya jajaran Korbrimob.

Diselenggarakan oleh Korbrimob Polri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, kejuaraan ini mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme” dengan mempertandingkan sejumlah divisi bergengsi, di antaranya IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III dan PCC Optic Level II, serta berbagai divisi lainnya.

Sebanyak 475 penembak dari berbagai instansi dan klub menembak yang terdiri dari kalangan TNI, Polri, hingga masyarakat sipil. Tidak hanya itu, kejuaraan ini juga diikuti oleh peserta internasional dari beberapa negara sahabat seperti Malaysia, China, dan Korea Selatan. Para peserta diuji melalui 20 stage menantang yang dirancang sesuai standar internasional IPSC.

Dalam sambutannya Dankorbrimob Polri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, Range Officer (RO), serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026.

“Kami sampaikan terimakasih kepada para peserta, baik dari instansi pemerintahan maupun rekan-rekan dari negara sahabat yang telah berpartisipasi, berbagai saran dan masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan agar semakin profesional dan inovatif”, pernyataan Dankorbrimob Polri.

Adapun perolehan hasil juara dari 16 divisi, sebagai berikut:
* *_Handgun Revolver – Overall_*
1. Ciciota, Surbakti (INA)
2. Muh. Alfath Yasin, DK (INA)
3. Tukiman (INA)

* *_Handgun Classic – Overall_*
1. Daniel, Lee (INA)
2. Aziz, Fernanda (INA)
3. Agus, Sutrisno (INA)

* *_Handgun Production – Lady_*
1. Missy, Binti Jaafar (MAS)
2. Azlina, Binti Azizan (MAS)
3. Zurieaty, Binti Mohamad (MAS)

* *_Handgun Production – Junior_*
1. Krisna Abiyu Arma, Putra (INA)
2. Muhammad Owen Zainal, Rahadiansyah (INA)
3. Dafa Renaldy, Saputra (INA)

* *_Handgun Production – Overall_*
1. Vincentius, Djajadiningrat (INA)
2. Makruf, Handoko (INA)
3. Muhammad Sahrulloh, Bin Syahrizal (MAS)

* *_Handgun Production Optics – Overall_*
1. Muhammad Awaludin, Ilham (INA)
2. Sultan Omar, Ali (INA)
3. Li, Jiayun (CHN)

* *_Handgun Standard – Junior_*
1. Yudistira Aulia, Lutfie (INA)
2. Dennis Muhammad Putra, Budiman (INA)
3. Naufal Randi, Adhitya (INA)

* *_Handgun Standard – Overall_*
1. Hans Christian PT, Manihuruk (INA)
2. Khalil Gibran M, Harahap (INA)
3. Rama, Tribudiman (INA)

* *_Handgun Optics – Overall_*
1. Prabu Rakyan Raka, Nalyndra (INA)
2. Muh. Syafi Malik ABD, Aziz (INA)
3. Roy, Harianto (INA)

* *_Handgun Open – Junior_*
1. Athala Mohan, Ussuri (INA)
2. Ayra Mabelle, Ussuri (INA)
3. Ardhito Geraldy, Sitinjak (INA)

* *_Handgun Open – Overall_*
1. Nico, Santoso (INA)
2. Fitri Rahman, Bin Sumpa (MAS)
3. Sarah Ayu, Tamalea (INA)

* *_PCC PC Optics – Overall_*
1. Daniel, Loekman (INA)
2. Muhammad Araf, Habibi (INA)
3. Nadif Janitra, Airlangga (INA)

* *Non PCC Putra – Overall_*
1. Alvin Nasution, (PCC) (INA)
2. Krisdiyanto, (PCC) (INA)
3. Khintesa Nur Wibowo, (PCC) (INA)

* *_Non PCC Putri – Overall_*
1. Eunike Jhon, (PCC) (INA)
2. Dinda Charelina Tahir Saputri, (PCC) (INA)
3. Lorenia Permata Runtuwene, (PCC) (INA)

* *_Non Pistol Putra – Overall_*
1. Yusuf Abdul, Syukron (INA)
2. Ilham Dwi, Shandya (INA)
3. Nederlan, Hulopi (INA)

* *_Non Pistol Putri – Overall_*
1. Diah, Ayuningrum (INA)
2. Vereena Shaneisha, Putri (INA)
3. Lucky, Juane (INA)

(Yuli)

Menyebut anaknya menjadi korban peluru nyasar dari anggota Marinir Karang Pilang Surabaya yang sedang berlatih menembak, Dewi Murniati orang tua dari DFH siswa SMP Negeri 33 Gresik mengajukan tuntutan kompensasi materiil sebesar Rp 334 juta dan Immateriil Rp 1,5 miliar

0

Tuntutan kompensasi tersebut bukan ditujukan kepada satuan Marinir, namun langsung secara personal ke Kolonel (Mar) Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla. Selaku Komandan Resimen bantuan tempur 2 (Danbanpur 2).

Ninayanti, S.H., S.Sos., M.Si, kuasa hukum Kolonel (Mar) Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla menegaskan, tuntutan hukum dan ganti rugi tersebut merupakan Error In Persona.

“Somasi tersebut mengandung error in persona. Jika ingin menuntut pertanggungjawaban, harus ditujukan kepada pejabat yang menjabat ketika peristiwa itu terjadi,” ujar Ninayanti saat memberikan keterangan, Minggu 12 April 2026.

Untuk tuntutan ganti rugi materiil senilai Rp 334 juta dan Immateriil Rp 1,5 miliar, menurut Ninayanti merupakan langkah yang gegabah dimana orang tua siswa yang menjadi korban peluru nyasar, hingga saat ini belum ada pembuktian berasal dari Anggota Marinir yang sedang latihan menembak.

“Sebelumnya orang tua korban menyebutkan peluru itu berasal dari Anggota Marinir yang sedang berlatih menembak, sehingga sebelum dilakukan pembuktiian itu, pihak kesatuan (Marinir) sudah melakukan langkah kemanusiaan dengan menanggung biaya pengobatan hingga korban sembuh dan melakukan aktivitasnya,” terangnya.

 

“Adapun somasi dan tuntutan ganti rugi sebesar itu, seharusnya masuk pada ranah gugatan perdata sehingga dibuktikan di pengadilan dan menjadi kewenangan hakim untuk menilainya.”ujar Ninayanti lebih lanjut.

Dari sisi yang menggelitik nilai ganti rugi itu, menurut Ninayanti, Dewi Murniati menuangkan angka Rp 75 juta sebagai transportasi.

“Ini jadi sangat lucu ya, Rp 75 juta itu transportasi kemana, dan tidak bisa ” paparnya.

 

Sementra, Komandan Batalyon Polisi Militer 2 Marinir, Letkol (Mar) Reza Ali Aksha menyebutkan tuntutan Immateriil yang diajukan oleh orang tua DFH sebagai pengobatan dari anak perempuannya yang mempunyai kebutuhan khusus.

“Jadi saat saya menanyakan tuntutan Immateriil itu, Ibu Dewi mengaku untuk pengobatan anak perempuannya yang mempunyai kebutuhan khusus akibat sering melihat KDRT yang dilakukan oleh mantan suaminya. Saat memberikan pernyataan itu ada 2 orang yang menjadi saksi. Jadi tidak bisa satu kasus dibebankan pada kasus yang lain, dan menjadi tumpang tindih,” ungkapnya

(Yuli)

Bakti Sosial HUT Dewi Kwan Im Vihara Candi Buddha Salurkan 500 Paket Sembako

0

Medan, Update87. com – Pengurus Vihara Candi Buddha menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di halaman vihara yang berada di Jalan HM Said, Kota Medan, Minggu (12/4/2026) siang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Kwan Im yang setiap tahunnya diperingati oleh umat.

Ratusan warga tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut sejak siang hari untuk menerima bantuan sembako yang telah disiapkan panitia.

Dalam kegiatan ini, pengurus Vihara Candi Buddha menyalurkan sebanyak 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di kawasan Kota Medan.

Adapun paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, mi instan, dan gula sebagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Ketua Vihara Candi Buddha, Chandra Alifuddin, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Kegiatan bakti sosial pembagian sembako ini rutin kami laksanakan setiap tahun dalam rangka HUT Dewi Kwan Im,” ujar Chandra didampingi para pengurus lainnya yakni LPS (Asiong) , Bun Han, Sun Mei Cin, Acui, Nini, Ely alias Akim, Atung, Kok Seng, Muini Tan, Cin Cin, Aphe dan Eli Ant yang bersama-sama memastikan kegiatan berjalan lancar.

Ia menjelaskan, dalam satu tahun pihaknya bahkan bisa menggelar kegiatan serupa hingga tiga kali sebagai bentuk kepedulian sosial.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari ajaran untuk saling berbagi dan membantu sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Chandra juga berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Endan)

KorpsBrimob Polri Resmi Menggelar Brimob XTREME 2026

0

Kelapa Dua Depok , Update87.com – Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, ajang menembak bergengsi bertaraf internasional yang mempertemukan para penembak terbaik dari dalam dan luar negeri. Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II, dan berlangsung pada 7–12 April 2026 di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korps Brimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat.

Kejuaraan menembak Brimob X-Treme 2026 mencatatkan antusiasme luar biasa dengan total 475 peserta yang turut ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Diantaranya untuk peserta umum yakni IPSC handgun, IPSC PCC, non-IPSC, kemudian dari Malaysia, China dan Korea Selatan. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dan kecintaan terhadap olahraga menembak.

Kejuaraan nasional ini mencerminkan kualitas prestasi menembak yang telah berstandar internasional, dengan partisipasi peserta dari atlet hingga masyarakat pecinta olahraga shooting, serta partisipan dari beberapa negara sahabat diantaranya China, Korea Selatan dan Malaysia. Selain menjadi sarana silaturahmi, Brimob Xtreme 2026 menjadi ruang kompetitif bagi atlet nasional maupun internasional untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Tahun ini, Brimob Xtreme 2026 menghadirkan 20 stage menantang yang menguji ketangkasan, kecepatan, ketelitian, kekuatan fisik, serta ketangguhan mental seluruh peserta. Seluruh stage telah disusun sesuai standar internasional IPSC, memastikan kompetisi berlangsung fair, aman, dan profesional.

Brimob Xtreme 2026 mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, yang mencerminkan semangat keberanian dan ketelitian dalam menghadapi situasi ekstrem. Ajang ini diharapkan semakin memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global.

Dalam wawancara singkatnya Komjen Pol. Ramdani Hidayat mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah strategis mempererat silaturahmi antarpenembak lintas institusi dan negara.

“Ajang ini awalnya berangkat dari keinginan untuk membuka ruang silaturahmi yang lebih luas, tidak hanya untuk internal Brimob, tetapi juga bagi penembak dari instansi lain hingga luar negeri,” ujar Ramdani.

Tercatat, peserta internasional turut ambil bagian, di antaranya dari Malaysia (17 peserta), China (1 peserta), dan Korea Selatan (2 peserta). Kehadiran mereka menjadi momentum pertukaran pengalaman sekaligus tolok ukur kemampuan atlet dalam negeri di level global.

Lebih dari Sekadar Kompetisi
Berbeda dari kejuaraan sebelumnya, BRIMOB XTREME 2026 menghadirkan kombinasi menembak reaksi dan presisi. Setiap stage dirancang menantang, tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menuntut disiplin, kecepatan pengambilan keputusan, dan kerja sama tim.

Dengan pendampingan instruktur berpengalaman, para peserta menunjukkan dedikasi tinggi di setiap tahapan lomba. Atmosfer kompetisi sejak hari pertama berlangsung dinamis, penuh semangat, dan sarat pembelajaran.

Komitmen Profesionalisme dan Pembinaan Atlet

Menurut Ramdani, kompetisi ini merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kemampuan menembak adalah kompetensi utama Korps Brimob yang harus terus diasah melalui latihan dan kompetisi nyata.

“Tidak cukup hanya latihan. Kompetisi seperti ini adalah ajang evaluasi dan pembelajaran. Dari sini kita bisa melahirkan bibit-bibit penembak unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Lebih jauh, Korps Brimob juga membuka akses fasilitas latihan bagi masyarakat dan klub menembak. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan atlet serta pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan publik.

Evaluasi dan Penguatan Disiplin
Selain peningkatan kemampuan, ajang ini juga menjadi sarana evaluasi internal, khususnya terkait penggunaan senjata api.

Brimob menegaskan pentingnya keterampilan, disiplin, dan kepatuhan prosedur guna mencegah pelanggaran di lapangan.

Bukti Kesiapan Korps Brimob

Melalui BRIMOB XTREME 2026, Korps Brimob Polri menegaskan kesiapan menghadapi tantangan tugas ke depan dengan personel yang tangguh, responsif, dan profesional.

Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga simbol transformasi Brimob menuju institusi yang semakin modern, terbuka, dan berkelas dunia.

(Yuli)

Polrestabes Semarang Bekuk Dua Pelaku Begal Sadis yang Sempat Viral di Media Sosial

0

Semarang, Update 87.Com || Aparat kepolisian dari Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang sempat menjadi perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial. Dua pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut kini telah diamankan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 5 April 2026, di kawasan Jalan Halmahera, Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur, saat dua korban hendak berangkat beribadah. Dalam perjalanan, salah satu korban tiba-tiba dihampiri pelaku yang meminta barang berharga.

Kapolrestabes Semarang, M. Syahduddi, menjelaskan bahwa situasi dengan cepat berubah menjadi tindak kekerasan. Pelaku diketahui menggunakan senjata tajam untuk melukai korban. Akibatnya, salah satu korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah.

“Berdasarkan hasil penyelidikan serta dukungan rekaman CCTV di sekitar lokasi, identitas pelaku berhasil kami kantongi,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolrestabes, Rabu (8/4).

Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil meringkus tersangka berinisial DBS alias Weng di wilayah Demak. Pengembangan kasus mengarah pada pelaku utama berinisial Dito, yang sempat melarikan diri ke Magelang sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

Dari hasil pemeriksaan, Dito diketahui merupakan residivis dalam kasus serupa dan telah beberapa kali berurusan dengan hukum sejak 2019. Ia berperan sebagai pelaku utama yang melakukan perampasan sekaligus penganiayaan menggunakan senjata tajam. Sementara rekannya bertugas sebagai pengemudi serta memantau situasi di lokasi kejadian.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di tempat yang minim penerangan atau sepi. Warga juga diminta tidak ragu meminta bantuan aparat apabila menghadapi situasi berbahaya, serta mengutamakan keselamatan diri dibandingkan mempertahankan barang berharga.
( Editor, Adi – Nur Tim Update 87 jateng)

Koops TNI Habema Berbagi Kasih: Bagikan Sembako, Makan Bergizi Gratis, dan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat Distrik Gome

0

ILAGA, PAPUA TENGAH – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako, pelayanan kesehatan, serta pemberian makan bergizi gratis kepada masyarakat Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Tengah.

Pangkoops TNI Habema bersama rombongan bertolak dari Bandara Mozes Kilangin menuju Bandara Aminggaru Ilaga, menggunakan pesawat Caravan. Setibanya di Ilaga, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Distrik Gome untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial.

Di Distrik Gome, Pangkoops TNI Habema beserta rombongan disambut oleh Kepala Distrik Gome, Agustinus Murib, serta menerima Noken Papua sebagai simbol penghormatan, kedamaian, dan persaudaraan. Selanjutnya, Pangkoops bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan pembagian sembako, pemberian makan bergizi gratis, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat yang berlangsung dengan penuh kehangatan.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artha Diguna, menyampaikan “ Kegiatan bakti sosial ini, mendapatkan antusias dari masyarakat Distrik Gome, yang merasa terbantu dengan kehadiran TNI. Selain itu juga kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Negara yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di wilayah Papua Tengah,” Tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Tjantje Nuhajanan, Dansatgas Habema Kolonel Inf Persada Alam, Bupati Puncak Elvis Tabuni, dan Sekretaris Daerah Nenu Tabuni, dan seluruh masyarakat Distrik Gome.

(Yuli)

Kreativitas Yang Lahir Dari Kegelisahan Istri Prajurit

BE EL BE

Sebagai seorang istri Prajurit TNI, mengikuti suami berdinas berkeliling Indonesia merupakan hal yang sangat disyukuri, melihat secara langsung keanekaragaman adat, budaya dan seni dari masing-masing Daerah, termasuk salah satunya seni ukiran.
Kesenian ukiran merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang saat ini mulai banyak ditinggalkan. Hal ini menjadi kegelisahan seorang Istri Prajurit yang khawatir akan seni ukir yang indah akan punah jika tidak dijaga kelestariannya. Dari sinilah terpikir oleh Ny. Ayu Rama yang saat ini menjabat sebagai ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XI Brigif 1 PD Jaya untuk melestarikan kesenian ukiran yang mengangkat motif-motif daerah dalam bentuk sebuah tas kulit dengan desain modern dan pada awalnya memberdayakan waktu luang Ibu-ibu istri prajurit.

Dari sinilah lahir produk dengan nama Be El Be. Be El Be dikerjakan dengan 80% handmade, mulai dari memahat, melukis sampai menjadikannya sebuah produk dengan nilai jual tinggi. Dari tas, dompet, hingga berbagai aksesoris. Karena unik dan memiliki nilai seni yang tinggi, Be El Be mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama dari Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Uli Simanjuntak dan Ibu Ketua Daerah Jaya, Ibu Sandy Deddy Suryadi.
Be El Be terpilih sebagai salah satu UMKM yang mengikuti kegiatan Persit Bisa dalam rangka HUT Ke 80 Persit KCK.

Melalui kegiatan Persit Bisa ini, diharapkan UMKM anggota Persit Kartika Chandra Kirana dapat berkembang dan berinovasi sehingga mendorong kemandirian dan kebanggaan bagi Prajurit TNI AD terlebih kebanggaan untuk anggota Persit Kartika Chandra Kirana.

(Yuli)

Persit Rindam Jaya Berdayakan Ibu-ibu Berkreativitas Agar Mandiri Secara Ekonomi

0

Kreativitas dapat digali dari masing-masing individu, salah satu yang dapat dikembangkan adalah merajut. Merajut merupakan keterampilan tangan yang menuntut konsentrasi, ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Aktivitas ini tidak hanya menghasilkan produk fungsional dan bernilai estetis, tetapi juga memberikan manfaat psikologis, sosial, dan ekonomi. Kini, merajut tidak lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup kreatif sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.

Bakat merajut ini awalnya dimiliki oleh salah satu anggota Cabang X Rindam Jaya yaitu Ny. May Karna, dari tangan beliau Ibu-ibu lain belajar merajut dan akhirnya memiliki usaha dengan brand Engs Craft.

Ketertarikan pada dunia rajut sering kali bermula dari hal sederhana: keinginan memanfaatkan waktu luang secara positif atau kecintaan terhadap produk rajutan. Proses belajar dapat dimulai secara otodidak melalui media sosial dan video tutorial, kemudian dilanjutkan dengan mengikuti kelas untuk memperdalam teknik dan pola. Dengan latihan yang berkelanjutan, hasil karya menjadi semakin rapi, variatif, dan bernilai jual. Rasa puas atas karya yang selesai menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Engs.craft. Berawal dari kecintaan pada dunia rajut, benang dan jarum perlahan berubah menjadi dompet, tas kecil, serta hadiah bermakna bagi orang-orang terdekat. Unggahan sederhana melalui WhatsApp membuka peluang pesanan dari rekan Persit, hingga akhirnya terlibat dalam pojok keterampilan dan bazar Persit.

Selain dilibatkan dalam berbagai kegiatan Persit, Engs Craft juga mendapat dukungan penuh dari Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Uli Simanjuntak dan Ibu Ketua Daerah Jaya, Ibu Sandi Deddy Suryadi. Dukungan ini memacu Engs Craft lebih mengembangkan usaha rajut ini sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Dari sebuah hobi, tumbuhlah UMKM yang dapat memberikan rasa kebanggan diri karena dapat menciptakan sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi.

(Yuli)

Pragosa Bag, Karya Seni dari Ibu-Ibu Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 PD Jaya

0

JAKARTA | -Selasa (07/04/2026). Pragosa Bag lahir dari semangat pemberdayaan dan kebersamaan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 PD Jaya yang ingin tumbuh, berkarya dan mandiri secara ekonomi.

Perjalanan Pragosa Bag dimulai pada tahun 2024, dimana saat itu Persit Ranting 2 Yonkav 7 dipimpin oleh Ibu Indah Hanung. Dibawah kepemimpinan beliau, Persit Ranting 2 Yonkav 7 tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin organisasi, tetapi juga diarahkan pada kegiatan yang bersifat produktif dan bernilai ekonomi.

Saat ini Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 dibawah kepemimpinan Ibu Irma Wahyuansyah. Pragosa Bag semakin berkembang dan akan ikut serta dalam Pameran Persit Bisa Vol.2 dengan menampilkan ide-ide dan kreasi baru.

Saat ini Persit KCK Ranting 2 Yonkav 7 memiliki gagasan yang lebih untuk mengadakan pelatihan ketrampilan dengan menghadirkan pelatih keterampilan khusus.

Tujuannya untuk membekali para anggota dengan kemampuan membuat produk yang memiliki nilai jual, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, munculah potensi luar biasa dari salah satu anggota Persit Ranting 2 Yonkav 7, bernama Ny. Astin dengan menunjukan bakat yang menonjol dalam keterampilan merajut.

Hasil karya rajut Ny. Astin, khususnya tas rajut memiliki kualitas, keunikan dan nilai estetika yang tinggi. Dari sinilah ide untuk mengembangkan produk tas rajut secara lebih serius mulai tumbuh.

Pragosa Bag, terbuat dari bahan rajut metalic dengan berbagai pilihan warna yang cantik dan menarik. Sejak dikembangkan produksinya telah mencapai sekitar 300 pcs.

Untuk mendukung pemasaran dan promosi penjualan, Pragosa Bag juga di pasarkan melalui media sosial Instagram @pragosamarket sebagai sarana memperluas jangkauan dan memperkenalkan produk ke masyarakat luas.

(Yuli)

Respons Cepat Marinir: Bantuan Medis dan Mediasi Diberikan dalam Kasus Proyektil Rekoset

0

JAKARTA | Terkait pemberitaan yang ada di media mengenai kasus Proyektil Rekoset, yang mengakibatkan 2 korban anak SMK di kota Sidoarjo, pada saat adakan latihan tembak di lokasi, Rabu (17/12/2026), pihak TNI AL segera menanggapi hal tersebut.

Berikut pernyataan dari pihak TNI AL :

KRONOLOGI KASUS PROYEKTIL REKOSET
1. Kronologi :

1. Bahwa pada tanggal 17 Desember 2025 telah terjadi peristiwa proyektil rekoset yang mengenai seorang anak bernama Darrel Fausta Hamdani dan Reinhard Okto Hanaya di Lokasi SMPN 33 Gresik, Locus delick di Mushola sekolah tersebut, meskipun belum ada bukti siapa pelaku sebenarnya, dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah , pihak Kesatuan Marinir
telah melakukan langkah-langkah konkrit sebagai bentuk rasa empati atas kejadian proyektil
rekoset tersebut diantaranya bantuan pengobatan, pengantaran pada saat kontrol maupun
memberikan santunan.

2. Bahwa pada somasi pertama yang dikirimkan oleh Sdr Dewi Murniati kepada Kolonel Marinir
Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla pada tanggal 19 Januari 2026 yang didalamnya tidak jelas
ditujukan secara spesifik baik ke pribadi Kolonel Marinir Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla,
atau ditujukan ke jabatannya sebagai Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir. karena sebelum kejadian itu terjadi Kolonel Marinir Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla belum menjabat posisi tersebut. Sehingga timbulnya kesalahan dalam menunjuk pihak (Error in Persona).

3. Bahwa pernyataan Sdr Dewi Murniati pada tanggal 17 Desember 2025 pukul 23.30 WIB berlokasi di RS. Siti Khodijah Sepanjang Taman kamar VIP B, yang menyatakan ada intimidasi dari seorang Mayor didepan anaknya sangatlah tidak benar, pada faktanya seorang Mayor yang dimaksud oleh Sdr Dewi Murniati hanya memohon untuk minta proyektil yang diduga telah mengenai anak Sdr Dewi Murniati.

Untuk dilakukan pendalaman dan penyelidikan, namun Sdr Dewi Murniati menolak sehingga seorang Mayor yang dimaksud Sdr dewi Murniati hanya menjawab “Kalau begitu ya sudah nanti diurus oleh PH, ” dengan nada yang santun dan tidak adanya suara atau nada tinggi dalam pengucapannya.

4. Bahwa pada tanggal 7 dan 14 Januari 2026 yang terjadi di sebuah rumah makan pada mediasi pertama dan di tempat kesatuan pada mediasi kedua. Antara perwakilan kesatuan Marinir dan keluarga korban telah melakukan mediasi dan dengan anggapan oleh Sdr Dewi Murniati tidak ada progres dan tidak ada keseriusan. Dari jawaban Sdr Dewi Murniati tersebut bisa dinyatakan bahwa itu mengada ada, dikarenakan bukti yang sebenarnya yang terjadi kerika ditanya oleh pihak kesatuan sebagai bentuk kompensasinya apa, sama sekali tidak pernah menjawab dengan alasan takut dianggap pemerasan.

5. Bahwa pada mediasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 dan 14 Januari 2026 antara perwakilan kesatuan Marinir dan keluarga korban, Sdr Dewi Murniati menyimpulkan dan beralasan mediasi tersebut tidak ada progres dan menunjukkan tidak ada keseriusan, faktnya adalah Sdr Dewi Murniati ditanya bentuk kompensasinya apa sama sekali tidak pernah menjawab dengan alasan takut dianggap pemerasan.

6. Bahwa dalam hal ini pihak kesatuan sudah melakukan tindakan dalam bentuk empati seperti, sudah dibawa ke RS. Siti Khotijah untuk dilakukan pemeriksaan dan Rontgen. Dan melaksanakan operasi pengambilan Proyektil yang ada di tangan kiri, Pemberian santunan ke keluarga, dan pembiayaan
control tertanggal 29 Desember 2025.

7. Disepakati pada tanggal 07 Januari 2026 pukul 13.00 WIB yaitu mediasi pertama menjelaskan bahwa peristiwa proyektil rekoset merupakan suatu musibah, orang tua korban sejak awal bersedia
untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan serta tidak menghendaki permasalahan ini di
publikasikan atau di viralkan. Akan tetapi fakta yang terjadi berkata lain.

8. Bahwa Sdr Dewi Murniati pada tanggal 14 Januari 2026 menyampaikan : Tidak berkenan
menyampaikan dan mengutarakan jumlah nominal biaya kompensasi luka yang terjadi pada korban.
Karena sampai saat ini belum mengetahui untuk ke depannya tentang luka korban yang
diderita. dan saat ini masih melaksanakan konsultasi dengan Psikiater berkaitan dengan trauma yang dialami oleh Darrel Fausta Hamdani dan Reinhard Okto Hanaya. Sdr Dewi Murniati
menyampaikan agar ada jaminan masa depan karena luka yg diderita dengan harapan ada dispensasi untuk menjadi anggota TNI AL.

9. Pihak perwakilan satuan menegaskan bahwa dari pihak Dinas Marinir sudah memperhatikan korban dugaan proyektil rekoset mulai dari perawatan, pengobatan dan kontrolsampai dengan saat
ini, dan menjelaskan musibah yang dialami dari pihak Marinir dan dari pihak korban dari awal sepakat penyelesaian secara kekeluargaan.

 

2. Kasus Posisi

Pihak TNI (Kesatuan Marinir). Januari – Februari 2026, Surabaya, bahwa pihak kesatuan Marinir memandang peristiwa yang terjadi sebagai suatu musibah berupa
dugaan proyektil rekoset, yang hingga saat ini belum dapat dipastikan asal-usulnya maupun pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Oleh karena itu, pihak kesatuan berpegang pada asas praduga tak bersalah dan menolak adanya tuduhan yang secara langsung menyimpulkan kesalahan tanpa adanya pembuktian hukum yang sah dan berkekuatan hukum tetap.Bahwa meskipun demikian, pihak kesatuan tetap menunjukkan itikad baik dengan memberikan bantuan kepada korban, antara lain
berupa fasilitasi pengobatan, pemeriksaan medis (rontgen), tindakan operasi pengambilan proyektil, serta pemberian santunan dan pendampingan selama proses kontrol kesehatan. Tindakan tersebut
merupakan bentuk empati dan kepedulian, bukan merupakan pengakuan atas adanya kesalahan hukum. Bahwa terhadap somasi yang diajukan, pihak kesatuan melalui kuasa hukumnya menyatakan adanya cacat formil berupa error in persona, karena somasi tidak secara jelas ditujukan pada kapasitas pribadi atau jabatan, serta ditujukan kepada pihak yang pada saat kejadian belum menjabat posisi sebagaimana disebutkan. Selain itu, ditegaskan pula bahwa tidak terdapat hubungan hukum
keperdataan antara pihak kesatuan dengan pihak pengirim somasi, sehingga dasar pengajuan somasi
dinilai tidak relevan secara yuridis. Bahwa pihak kesatuan tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan melalui mediasi, dengan menegaskan bahwa upaya komunikasi tersebut merupakan bentuk itikad baik dan bukan pengakuan kesalahan. Bahkan hingga somasi kedua, pihak kesatuan masih memberikan kesempatan untuk dialog secara musyawarah guna menjaga hubungan baik antar pihak.

 

Pihak Sdr Dewi Murniati (Keluarga Korban) Januari – Februari 2026, Surabaya, bahwa pihak Sdr Dewi Murniati selaku orang tua korban berpendapat bahwa telah terjadi suatu peristiwa yang menimbulkan kerugian fisik dan psikis terhadap anaknya akibat dugaan proyektil
rekoset, sehingga mengajukan somasi kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab sebagai bentuk tuntutan atas peristiwa tersebut. Bahwa dalam somasi yang diajukan, pihak Sdr Dewi Murniati mendalilkan adanya perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365, 1366, dan 1367
KUHPerdata, dengan menilai bahwa terdapat unsur kelalaian atau tanggung jawab dari pihak yang dituju atas kerugian yang dialami korban. Bahwa pihak Sdr Dewi Murniati juga menyampaikan adanya ketidakpuasan terhadap proses mediasi yang telah dilakukan, dengan anggapan tidak adanya progres maupun keseriusan dari pihak kesatuan dalam memberikan penyelesaian yang jelas. Selain itu, pihaknya menyatakan nominal kompensasi karena mempertimbangkan kondisi korban ke depan, termasuk dampak trauma yang masih dalam penanganan medis dan psikologis.

Bahwa dalam perkembangannya, pihak Sdr Dewi Murniati mengharapkan adanya jaminan masa depan bagi korban atas luka yang dialami, termasuk adanya harapan dispensasi tertentu bagi korban di kemudian hari.

Di sisi lain, langkah somasi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa pihak keluarga membuka kemungkinan penyelesaian melalui jalur hukum apabila tidak tercapai kesepakatan secara kekeluargaan.

(Yuli)

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş