26.9 C
Jakarta
Wednesday, June 24, 2026

*Dialog Kebangsaan Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Tribrata dan Catur Prasetya sebagai Kompas Etika Polri Presisi di Era Digital*

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

*Dialog Kebangsaan Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Tribrata dan Catur Prasetya sebagai Kompas Etika Polri Presisi di Era Digital*

 

 

 

 

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Tribrata dan Catur Prasetya sebagai Kompas Etika Polri Presisi di Era Disrupsi Digital dan Keterbukaan Informasi” di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

 

Kegiatan yang dibuka oleh Sahlisosbud Kapolri Irjen Pol. Kumbul Kusdwijanto Sudjadi tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai dasar kepolisian dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi, disrupsi digital, serta dinamika masyarakat yang semakin terbuka.

 

Selain diikuti secara langsung oleh peserta dari Divhumas Mabes Polri dan jajaran Humas Satker Mabes Polri, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran Bid Humas Polda dan Polres seluruh Indonesia.

 

Korbrimob Polri turut menghadiri kegiatan tersebut yang diwakili oleh Teknisi KBR Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Amostian bersama Paur Subbag Humas Bagops Rorenminops Korbrimob Kompol R. Luter Siregar, Brigpol Agus Setiawan, Bripda Eka Putra Rachmawan dan Bharatu Adhitya Wiratama. Kehadiran perwakilan Korbrimob Polri mencerminkan komitmen dalam memperkuat pemahaman serta implementasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai landasan etika dan profesionalisme anggota Polri di era digital.

 

Dialog Kebangsaan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, di antaranya Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Dr. Yudi Latif, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, serta Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Abas Basuni. Para narasumber memberikan berbagai perspektif mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai kompas etika anggota Polri dalam menghadapi tantangan era digital dan keterbukaan informasi.

 

Dalam paparannya, Dr. Yudi Latif menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga ketertiban sipil dan keutuhan negara. Menurutnya, fondasi utama dari kepercayaan tersebut adalah etika yang harus terus diperkuat di seluruh jajaran Polri.

 

“Untuk negara majemuk seperti Indonesia yang begitu luas, modal terpenting dalam menjaga publik dan menjaga republik ini adalah kepercayaan. Dan inti dari kepercayaan, sebagai perekat utamanya, adalah etika,” pernyataan Dr. Yudi Latif.

 

Sementara itu, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi keterbukaan Polri yang melibatkan berbagai pihak eksternal untuk memberikan masukan dan perspektif objektif dalam proses transformasi institusi. Menurutnya, untuk mewujudkan Polri yang berkelas dunia menuju Indonesia Emas 2045 diperlukan tiga pilar utama, yaitu right people, right system, dan right values.

 

“Melalui konsep tiga pilar tersebut, yaitu right people, right system, dan right values, maka akan lahir Polri yang bermoral dan berkelas dunia,” pernyataan Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian.

 

Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian juga mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan tingginya semangat perubahan di lingkungan Polri. Menurutnya, dorongan anggota Polri untuk maju dan berubah mencapai hampir 95 persen, yang menunjukkan besarnya energi positif dalam mendukung transformasi institusi ke arah yang lebih baik.

 

Pada kesempatan yang sama, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa Dialog Kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan memperkuat internalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman etika dan perilaku anggota Polri.

 

Menurut Karo Penmas Divhumas Polri, berbagai pandangan, hasil riset, serta masukan yang disampaikan para narasumber menjadi modal penting bagi Polri dalam melanjutkan transformasi menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat. Karo Penmas Divhumas Polri juga menegaskan komitmen Polri untuk terus terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.

 

“Kami terbuka terhadap masukan, tidak anti kritik, dan terus berupaya mendorong perubahan sosial yang lebih baik,” pernyataan Karo Penmas Divhumas Polri.

 

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri berharap penguatan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dapat semakin terinternalisasi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga mampu memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkokoh kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

 

 

(Yuli)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş