26.7 C
Jakarta
Thursday, May 28, 2026

KONTROVERSI PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA ANTAR WAKTU (PAW) CILAMAYA HILIR, BLANAKAN, SUBANG DAN HONOR ANGGOTA PANITIA BELUM TERBAYAR SERTA DUGAAN KECURANGAN PADA PELAKSANAAN PAW

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Subang,(26/05/2026). Pelaksanaan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Cilamaya Hilir Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang berlangsung pada hari sabtu, 19 Mei 2026. Pemilihan kali ini terdapat dua Calon Pilkades (PAW) dan terdiri dari Empat Dusun yaitu Dusun Ketileng, Dusun Kemurang Dusun wanakersa dan Dusun Balok dan dari 4 dusun tersebut ditentukan oleh Panitia terdapat 53 calon pemilih/pencoblos untuk mewakili masyarakat. Yang menjadikan kontroversi adalah dari tiap-tiap dusun persyaratan menjadi calon pemilih/pencoblos itu berbeda-beda.Adanya indikasi intervensi ketua panitia dan ketua BPD pada pelaksanaan tiap-tiap MUSDUS dengan mekanisme pemilihan voter berdasarkan SK(Surat keterangan) bukan hasil dari musyawarah mufakat ( PERBUP NO.23 TAHUN 2020 / paragraf 3 pasal 13)

Ada diantara 53 orang tersebut adalah istri dari calon Pilkades (PAW) juga ikut menjadi mencoblos/pemilih hal tersebut sudah diprotes oleh beberapa masyarakat namun dari Panitia tidak menanggapi protes masyarakat tersebut.

Usai pelaksanaan PAW Pilkades Cilamaya Hilir juga muncul kekecewaan dari sebagian anggota panitia dan seluruh pengawas. Mereka mengaku belum menerima honor kerja dari Ketua Panitia bahkan sulit menghubungi Ketua Panitia bapak Darsono.

Akhirnya anggota BPD, Casum, bertemu langsung dengan Ketua Panitia, dia menuturkan kepada awak media bahwa saat bertemu langsung dengan Darsono untuk menanyakan honor, justru mendapat kecaman keras dari Ketua Panitia. “Darsono bilang, kamu mau jadi jagoan uang? Buat bayar honor kerja belum ada,” ungkap Casum.

*Bendahara Panitia Angkat Bicara*

Agun Khoerul Insan, Bendahara Panitia Pilkades PAW, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa honor KPPS pada hari H memang belum dibayarkan.

“Kalau honor bulanan sudah beres. Terkait pertanggungjawaban anggaran, saya sebagai bendahara tidak tahu. Pernah saya tanyakan SPJ anggaran pada ketua, tapi beliau bilang itu urusan saya,”. Agun menambahkan, dari total anggaran sebesar Rp83 juta, dirinya hanya memegang Rp20 juta. Sisanya dikelola langsung oleh Ketua Panitia, Darsono.

*BPD Minta Transparansi*

Para anggota BPD Cilamaya Hilir menegaskan bahwa transparansi anggaran harus dijalankan. “Jangan bilang anggaran tekor, jangan meremehkan kerja BPD tanpa BPD Panitia tidak akan terbentuk. Ada tujuh orang sampai dengan saat ini belum menerima honor kerja. Kami minta pak Darsono selalu Ketua Panitia segera membayarkan Honor kami”, ucapan tegas dilontarkan salah satu dari ketujuh anggota yang belum menerima Honor.

Dugaan muncul di pandangan masyarakat bahwa Ketua BPD dan Ketua Panitia Pemilihan Antar Waktu (PAW) bekerjasama untuk memenangkan salah satu calon dan anggaran Pemilihan Antar Waktu (PAW) ditelan oleh BPD dan Ketua Panitia.

Surat keberatan hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) sudah dikirimkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Subang, Bapak Camat Blanakan serta sudah di tembuskan kepada bapak Bupati Subang.

Hingga berita ini ditulis belum ada informasi resmi dari pihak panitia PAW, yang sebenarnya sudah disampaikan sejak tanggal 18 Mei 2026.

(Yuli)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş