Semarang , Update 87.Com || Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan kunjungan kerja di lokasi tanggul jebol Kali Plumbon, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M bersama jajaran pejabat pusat dan daerah guna memastikan penanganan darurat banjir berjalan optimal serta memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, unsur BBWS, Dinas PU, Forkopimcam Tugu, serta Kapolsek Tugu Kompol Fajar Widiyanto, S.H., M.Si.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung kondisi tanggul jebol di Kali Plumbon, dilanjutkan rapat terbatas, penyampaian laporan dari Wali Kota Semarang dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), arahan Kepala BNPB, hingga penyerahan bantuan bagi warga terdampak banjir.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak. Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan berupa sembako, selimut, kasur lipat, terpal, matras, serta bantuan uang untuk korban banjir di wilayah Kecamatan Tugu.
Dalam laporannya, Wali Kota Semarang menyampaikan bahwa wilayah sepanjang Kali Plumbon saat ini menjadi salah satu kawasan rawan banjir di Kecamatan Tugu setelah normalisasi Kali Bringin selesai dilaksanakan. Menurutnya, tanggul Kali Plumbon masih berpotensi jebol saat debit air meningkat di musim hujan sehingga diperlukan langkah penanganan dan normalisasi secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak BBWS menyampaikan bahwa penanganan darurat akan dilakukan melalui pembersihan area sungai, pemotongan pohon di sekitar aliran Kali Plumbon, serta identifikasi titik tanggul yang retak maupun rusak agar segera dilakukan perbaikan.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam arahannya menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus hadir memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Selain penanganan darurat dan evakuasi, BNPB juga mendorong percepatan pemulihan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dengan solusi pembangunan hunian sementara.
Kapolsek Tugu menyampaikan bahwa Polsek Tugu bersama unsur TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pengamanan serta mendukung penuh upaya penanganan banjir di wilayah Mangkang Kulon.
“Polri siap bersinergi bersama pemerintah dan seluruh stakeholder dalam penanganan bencana banjir, mulai dari pengamanan, evakuasi warga hingga distribusi bantuan kepada masyarakat agar seluruh kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar,” ujar Kapolsek Tugu.
(Editor, Adi – Nur & Tim update 87 jateng)