29.9 C
Jakarta
Tuesday, April 21, 2026

Semarang Siapkan Karnaval Lintas Seni Budaya dan Agama 2026, Perkuat Toleransi dan Pariwisata Kota semarang

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Semarang, Update87.com || – Pemerintah Kota Semarang bersama lintas instansi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Karnaval Lintas Seni Budaya dan Agama 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026. Rapat koordinasi digelar di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Selasa (21/4), guna memastikan kesiapan teknis, pengamanan, hingga kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Falsafah Memayu Hayuning Bhawana Kita Tingkatkan Destinasi Wisata dan Indeks Toleransi Kota Semarang”, yang mencerminkan semangat menjaga harmoni kehidupan, memperkuat persaudaraan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, menekankan bahwa karnaval ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat identitas Semarang sebagai kota yang inklusif dan toleran. “Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan nilai-nilai kebersamaan dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya dalam forum tersebut.

Rapat dihadiri dari berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, dinas terkait, hingga komunitas seni dan tokoh lintas agama. Perwakilan Polrestabes Semarang turut hadir untuk memastikan kesiapan pengamanan, termasuk pengaturan lalu lintas dan mitigasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Dalam pembahasan, panitia memaparkan konsep karnaval yang akan melibatkan puluhan kelompok seni dan budaya dari berbagai latar belakang agama dan komunitas. Mulai dari kesenian tradisional seperti tari nusantara, kuda lumping, hingga atraksi khas lintas budaya seperti ogoh-ogoh, barongsai, dan rebana akan meramaikan jalannya karnaval.

Tidak hanya itu, filosofi yang diangkat dalam kegiatan ini juga menjadi perhatian utama. Tiga nilai utama yang diusung yakni Memayu Hayuning Bhawono (menciptakan dunia yang harmonis), Memayu Hayuning Sesami (mempererat hubungan antar sesama), serta Wasudhaiva Kutumbhakam (kita semua bersaudara), diharapkan dapat tercermin dalam setiap rangkaian acara.

Rute dan susunan peserta juga telah dirancang secara sistematis, melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari kelompok seni, organisasi keagamaan, hingga komunitas budaya. Selain itu, dua tim pengiring dari kepolisian akan bertugas mengawal jalannya karnaval guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Dari sisi teknis, sejumlah aspek krusial turut dibahas dalam rapat, seperti kesiapan sarana prasarana, pengaturan arus lalu lintas, dukungan kesehatan, kebersihan, serta publikasi kegiatan. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci suksesnya acara yang diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat luas tersebut.

Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Tengah menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pengamanan kegiatan. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama karnaval berlangsung.

Karnaval ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor seni dan budaya lokal yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Kota Semarang. Selain memperkuat toleransi, kegiatan ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, Kota Semarang optimistis dapat kembali menghadirkan perhelatan budaya yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman #karnaval #lintasbudaya @sorotan
(Nur – Adi Tim update 87 jateng)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş