30.3 C
Jakarta
Thursday, June 25, 2026
Home Blog Page 12

Sinergi TNI-Polri, Penyuluhan Radikalisme di Desa Godo Perkuat Wawasan Kebangsaan Warga

0

PATI – Sabtu (09/05/2026) Upaya pencegahan paham radikalisme terus digencarkan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan yang digelar di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, dengan menghadirkan Aipda Bibit Widodo selaku Bhabinkamtibmas sebagai narasumber utama, didampingi Babinsa Desa Godo, Serda Sujono.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Bibit Widodo memberikan pemahaman kepada warga tentang bahaya radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia menjelaskan ciri-ciri paham radikal serta cara menangkalnya sejak dini, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Serda Sujono yang turut mendampingi juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan meningkatkan rasa cinta tanah air. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga stabilitas keamanan desa, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif dari warga yang hadir. Mereka tampak antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi, terutama terkait langkah-langkah konkret dalam menghadapi potensi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara TNI dan Polri, diharapkan masyarakat Desa Godo semakin memiliki wawasan kebangsaan yang kuat serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman, termasuk radikalisme.
(Yuli)

Ungkapan Bu Sarmini di Balik Pembangunan Rumah TMMD di Desa Godo

0

PATI — Wajah Ibu Sarmini tampak berbinar saat menyaksikan anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati bersama warga bergotong royong menyelesaikan rumahnya di Desa Godo, Kecamatan Winong, Sabtu (09/05/2026). Di tengah suara palu dan derap langkah para pekerja, perempuan sederhana itu tak mampu menyembunyikan rasa haru.

Baginya, rumah yang kini hampir rampung itu bukan sekadar bangunan. Ada harapan, kepedulian, dan kebersamaan yang tumbuh di dalam proses pembangunannya. “Saya sangat bersyukur dan terharu. Tidak menyangka rumah saya bisa dibangun secepat ini berkat bantuan bapak-bapak TNI dan warga,” ungkap Bu Sarmini.

Pagi itu, anggota Satgas TMMD bersama masyarakat kembali melanjutkan pengerjaan rumah miliknya. Mereka bahu-membahu menaikkan empyak rumah secara gotong royong. Suasana akrab terlihat di sela pekerjaan, memperlihatkan kuatnya kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Pemasangan empyak menjadi tanda bahwa progres pembangunan rumah Bu Sarmini kini telah mencapai sekitar 85 persen. Jika tidak ada kendala, rumah tersebut dalam waktu dekat sudah bisa ditempati dengan nyaman.

Bagi Bu Sarmini, bantuan itu menjadi berkah besar yang sulit dilupakan. Ia berharap semangat kebersamaan seperti yang ditunjukkan Satgas TMMD dan warga Desa Godo terus terjaga.

“Semoga kebersamaan seperti ini tetap ada dan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk saling membantu,” harapnya.

Program TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik semata, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat desa. Di rumah sederhana milik Bu Sarmini, nilai itu kini terasa nyata — berdiri kokoh bersama dinding dan atap yang perlahan mulai sempurna.

(Yuli)

Keterbukaan Komunikasi Warga dan Satgas Warnai Pembangunan RTLH TMMD Pati

0

Di balik deru palu dan tumpukan material bangunan di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, tersimpan satu kunci yang tak terlihat namun terasa kuat: komunikasi yang cair antara warga dan anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati.

Sabtu (09/5/2026), suasana pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tampak bukan sekadar aktivitas fisik semata. Di sela-sela pekerjaan, warga dan prajurit TNI terlihat saling berbagi peran, saling mengisi, bahkan sesekali berhenti untuk sekadar berdiskusi ringan soal teknis bangunan maupun kebutuhan di lapangan.

Bagi sebagian orang, komunikasi mungkin hanya dianggap pelengkap. Namun di lokasi TMMD ini, komunikasi justru menjadi fondasi yang membuat pekerjaan berjalan lebih cepat, lebih rapi, dan lebih tepat sasaran.

Seorang warga setempat mengungkapkan, keterbukaan antara Satgas dan masyarakat membuat proses pembangunan terasa lebih ringan. Aspirasi warga tidak hanya didengar, tetapi juga langsung direspons di lapangan. Mulai dari penyesuaian desain rumah hingga pengaturan tenaga kerja gotong royong.

“Kalau ada yang kurang pas, kami langsung bicara. Mereka juga terbuka. Jadi semua bisa diselesaikan bersama,” ujar salah satu warga yang ikut terlibat dalam pembangunan.

Di sisi lain, anggota Satgas TMMD juga menilai komunikasi yang baik dengan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat progres pekerjaan. Tidak hanya soal teknis pembangunan, tetapi juga membangun rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat.

Pembangunan RTLH sendiri bukan hanya soal mendirikan bangunan baru. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu.

Di lokasi TMMD ke-128 ini, setiap percakapan sederhana di sela kerja keras seakan menjadi perekat yang menguatkan semangat gotong royong. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan warga desa—yang ada hanya tujuan yang sama: rumah yang lebih layak untuk kehidupan yang lebih baik.

Komunikasi yang terbangun hari ini membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal material dan tenaga, tetapi juga soal hati yang saling memahami di tengah kerja bersama.

(Yuli)

Quick Response TNI Pascaserangan Brutal OPM terhadap Warga Sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Papua Tengah

0

Duka kembali menyelimuti tanah Papua. Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan serangan mendadak dan mematikan terhadap warga sipil di wilayah Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Guspi Waker itu tidak hanya menebar ketakutan, namun juga merenggut masa depan seorang anak perempuan tak berdosa berusia sekitar 12–15 tahun.

Di tengah dinginnya malam Papua, tangis keluarga pecah ketika korban harus mengembuskan napas terakhir akibat luka tembak yang dideritanya.

Selain korban meninggal dunia, seorang warga lainnya dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian betis kaki kiri dan kini masih menjalani perawatan medis intensif.

Sementara itu, sejumlah masyarakat memilih meninggalkan camp dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman demi menyelamatkan anak-anak dan keluarga mereka dari ancaman teror bersenjata.

Sebelum insiden terjadi, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah MP 69 telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan. Dari hasil pemantauan tersebut, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai, yang diduga berasal dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker.

Tidak lama berselang, kelompok separatis tersebut kembali melepaskan rentetan tembakan yang diarahkan ke posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk, sehingga memicu situasi mencekam di tengah pemukiman warga sipil.

Dalam kondisi penuh ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE), dengan memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai hukum, menjunjung tinggi HAM, etika, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Namun bagi TNI, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto — keselamatan rakyat merupakan prioritas utama — personel bergerak cepat mengevakuasi warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, ke lokasi yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan.

Di tengah situasi penuh kepanikan, personel TNI menemukan seorang anak perempuan yang mengalami luka tembak pada bahu kiri di sekitar Camp Wini.

Dengan penuh kepedulian dan harapan agar nyawanya dapat diselamatkan, prajurit menandu korban menuju pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Namun takdir berkata lain. Di perjalanan menuju fasilitas kesehatan, tepatnya di Jalan Poros MP 69, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.

Kepergian korban meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendambakan Papua damai tanpa kekerasan.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa Satgas TNI di lapangan terus mengutamakan perlindungan masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan wilayah Papua.

“Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan salah satu korban luka, Irince Wandikbo, tembakan berasal dari arah Camp David di seberang sungai ketika warga tengah berkumpul bersama keluarga di dalam camp.

Hingga saat ini, jajaran Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terkait aksi penembakan tersebut. TNI juga terus meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker yang diduga berupaya menciptakan teror dan menunjukkan eksistensinya di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.

Di balik duka yang kembali menyelimuti Papua, harapan akan perdamaian tetap hidup. Masyarakat Papua mendambakan masa depan yang aman, tempat anak-anak dapat tumbuh tanpa suara tembakan, dan keluarga dapat hidup tenang tanpa bayang-bayang kekerasan.

Negara melalui TNI berkomitmen terus hadir menjaga keamanan, melindungi rakyat, serta memastikan tanah Papua tetap menjadi bagian damai dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Yuli)

Tak Perlu Lagi Menumpang Toilet”, Warga Sambut Bahagia MCK TPU Godo

0

Warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, akhirnya bisa bernapas lega. Impian memiliki fasilitas MCK di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) kini segera terwujud setelah pembangunan yang dilakukan melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati hampir rampung.

Kehadiran fasilitas tersebut disambut antusias masyarakat. Selama ini, warga kerap kesulitan saat menghadiri prosesi pemakaman karena tidak tersedianya toilet di sekitar lokasi makam.

“Terima kasih, akhirnya impian kami warga sekitar TPU memiliki MCK akan segera terwujud. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena dapat memberi kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Sugianto (53), warga Desa Godo, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, keberadaan MCK akan sangat membantu masyarakat, terutama ketika ada kegiatan pemakaman. Warga tidak lagi harus menumpang ke rumah penduduk sekitar hanya untuk menggunakan toilet.

Saat ini, pengerjaan pembangunan MCK memasuki tahap akhir, yakni plester lantai bagian bawah dan pemasangan kloset jongkok. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh anggota Satgas TMMD bersama warga setempat.

Semangat kebersamaan terlihat dalam setiap proses pengerjaan. Satgas TMMD bersama masyarakat terus mempercepat penyelesaian agar fasilitas tersebut segera dapat digunakan.

Babinsa Desa Godo, Serda Sujono, mengatakan pihaknya terus menggenjot pekerjaan demi memenuhi kebutuhan warga. “Kami bersama masyarakat terus bergotong royong agar pembangunan MCK ini cepat selesai dan bisa segera digunakan,” katanya.

(Yuli)

Satgas TMMD Kodim Pati Terjun Bantu Penggilingan Jagung di Desa Godo

0

Pati – Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, terbukti membawa dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur. Personel TNI di lapangan menunjukkan bahwa pengabdian mereka mencakup aspek sosial yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Salah satu aksi nyata tersebut terlihat pada Jumat, (8/5/2026), ketika Koptu Bowo Sulistiyo, salah satu anggota Satgas, ikut serta dalam aktivitas warga. Tanpa ragu, ia mendatangi lokasi penggilingan jagung milik Bapak Yanto (56) untuk memberikan bantuan tenaga di tengah kesibukan pengolahan hasil bumi.

Bapak Yanto merupakan salah satu pelaku usaha mikro yang menjadi tumpuan warga Desa Godo dalam mengolah hasil panen jagung mereka. Kehadiran Koptu Bowo di lokasi tersebut tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membawa suasana baru yang penuh semangat bagi para pekerja di tempat penggilingan.

Dalam pelaksanaannya, Koptu Bowo tampak sangat sigap dan tidak canggung berbaur dengan warga. Ia membantu mengangkat karung-karung hasil panen yang berat hingga memastikan setiap tahapan proses penggilingan berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

Interaksi yang hangat ini menjadi bukti otentik bahwa TNI senantiasa hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat. Kedekatan yang terjalin di lokasi penggilingan tersebut menunjukkan bahwa program TMMD berhasil menciptakan ikatan emosional yang kuat antara prajurit dan warga desa yang mereka bangun.

Bapak Yanto selaku pemilik usaha mengaku sangat terbantu dan merasa terhormat atas kehadiran anggota TNI tersebut. “Terima kasih banyak, Pak TNI. Kehadiran panjenengan sangat membantu kami, pekerjaan jadi lebih ringan,” ujarnya dengan nada penuh rasa syukur atas bantuan yang diterima.

(Yuli)

DANSAT BRIMOB POLDA SUMSEL DAMPINGI KAPOLDA SUMSEL HADIRI PERESMIAN SUMUR BOR DI MASJID AR RAHMAN TALANG BETUTU

0

Palembang – Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., mendampingi Kapolda Sumsel dalam kegiatan peresmian sumur bor di Masjid Ar Rahman, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, pada hari Jum’at, 8 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan sarana air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar maupun jamaah Masjid Ar Rahman.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel bersama rombongan meninjau langsung fasilitas sumur bor yang telah selesai dibangun serta berinteraksi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat. Kehadiran DANSAT BRIMOB POLDA SUMSEL Kombes Pol. Susnadi, S.I.K. menjadi wujud dukungan Satbrimob Polda Sumsel terhadap program sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan Polda Sumsel.

Masyarakat Talang Betutu menyambut baik dan mengapresiasi bantuan sumur bor tersebut karena dinilai sangat membantu kebutuhan air bersih warga, terutama saat musim kemarau.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban serta diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya pembangunan sumur bor di lingkungan Masjid Ar Rahman.

(Yuli)

Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel Laksanakan Bhakti Sosial Pembagian Sembako di Desa Tebing Sari Mulya

0

OKU Timur — Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat di Desa Tebing Sari Mulya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, pada Jumat, 08 Mei 2026.

Kegiatan sosial tersebut melibatkan sebanyak 10 personel Batalyon C Pelopor yang dipimpin langsung oleh Danki 3 Batalyon C Pelopor, Iptu Nurahman, S.E. Adapun pembagian sembako diberikan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Polri terhadap masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob menyambangi warga secara langsung dan menyerahkan bantuan sembako dengan penuh humanis serta rasa kekeluargaan. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari warga Desa Tebing Sari Mulya.

Iptu Nurahman, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam meringankan kebutuhan sehari-hari warga.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara personel Brimob dengan masyarakat serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel dalam melayani dan mengayomi masyarakat.

(Yuli)

Personel SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel melaksanakan kegiatan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara.

0

Pada Kamis, 7 Mei 2026,

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Dede Supriadi sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat terdampak banjir.

Dalam pelaksanaannya, personel SAR terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Polsek Karang Jaya guna memastikan situasi dan langkah penanganan di wilayah terdampak berjalan dengan baik. Setelah koordinasi, personel melanjutkan kegiatan monitoring di sejumlah lokasi yang terkena dampak banjir, khususnya di Desa Suka Menang, sekaligus melakukan pengecekan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan volume air.

Selain melakukan pemantauan, personel SAR juga melaksanakan aksi pembersihan di Masjid Al Mublihin Desa Suka Menang yang terdampak banjir. Tidak hanya itu, personel turut membantu warga dalam proses evakuasi dan penanganan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Brimob Polri di tengah masyarakat dalam membantu penanganan bencana alam serta memberikan rasa aman dan kepedulian kepada warga yang sedang mengalami musibah banjir.

(Yuli).

Brigjen TNI Frengki Tinjau Langsung Progres TMMD Reguler ke-128 di Pati

0

Pati – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) yang dipimpin oleh Brigjen TNI Frengki Jan Hardy Watuseke, S.Sos., melaksanakan kunjungan kerja ke Makodim 0718/Pati pada Kamis, (7/5/2026). Kedatangan tim ini bertujuan untuk memantau secara mendalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dipusatkan di Desa Godo, Kecamatan Winong. Rombongan disambut langsung oleh Dansatgas TMMD Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pati.

Dalam sesi pemaparan di ruang data, Letkol Arm Timotius Yogi melaporkan bahwa progres fisik seperti betonisasi jalan, pembangunan RTLH, dan fasilitas MCK menunjukkan capaian signifikan. Ia menegaskan bahwa kelancaran program ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama sehingga sasaran fisik maupun nonfisik dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan,” ujar Letkol Arm Timotius Yogi dalam paparannya.

Menanggapi laporan tersebut, Brigjen TNI Frengki Jan Hardy Watuseke memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Satgas di lapangan yang dinilai sangat optimal. Ia menekankan bahwa kehadiran TNI harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga setempat. “Program TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk membantu percepatan pembangunan di pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Brigjen TNI Frengki sebelum beranjak meninjau lokasi pembangunan.

(Yuli)

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş