27.4 C
Jakarta
Monday, July 27, 2026

Diduga Mengaku Petugas Leasing, Tujuh Pria Bawa Kabur Mobil Pikap di Tebing Tinggi

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Diduga Mengaku Petugas Leasing, Tujuh Pria Bawa Kabur Mobil Pikap di Tebing Tinggi

 

Medan – Dugaan penarikan satu unit mobil pikap oleh sekelompok pria yang mengaku sebagai petugas perusahaan pembiayaan menjadi sorotan.

 

Korban mengaku kendaraannya dihentikan secara paksa di Jalan Lintas Tebing Tinggi pada Senin (20/7), sebelum kendaraan tersebut dibawa pergi oleh para pelaku.

 

Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian mobil pikap yang dikendarainya bersama seorang rekannya dihadang oleh sebuah kendaraan yang berisi beberapa pria. Korban menyebut mobil mereka dipotong hingga nyaris terjadi kecelakaan.

 

Setelah kendaraan berhenti, sejumlah pria mendatangi mobil pikap, mengambil kunci kontak, dan meminta kedua korban turun dari kendaraan. Salah seorang kemudian mengambil alih kemudi mobil pikap, sementara korban diminta ikut ke dalam kendaraan yang digunakan kelompok tersebut.

 

Menurut pengakuan korban, rombongan kemudian menuju sebuah kafe di kawasan Simpang Ramayana, Kota Tebing Tinggi. Di lokasi itu, korban mengaku diminta berfoto di depan mobil sambil memegang selembar kertas yang disebut akan digunakan sebagai dokumen penarikan kendaraan.

 

Korban juga mengaku mendengar pembicaraan mengenai rencana transaksi kendaraan dengan seseorang yang diduga calon pembeli. Namun, informasi tersebut masih berdasarkan keterangan korban dan belum dapat diverifikasi secara independen.

 

Setelah itu, korban menyebut dijanjikan akan diantar kembali ke tempat bekerja. Namun, mereka hanya dipanggilkan taksi tanpa diberikan ongkos, sementara mobil pikap yang mereka bawa tidak lagi berada di lokasi.

 

Merasa dirugikan, korban kemudian mendatangi kantor perusahaan pembiayaan yang disebut-sebut oleh orang-orang yang melakukan penarikan tersebut untuk memastikan apakah kendaraan mereka berada di sana.

 

Korban menyatakan telah melakukan konfirmasi sebanyak tiga kali, yakni pada Rabu (22/7), Jumat (24/7), dan Sabtu (25/7). Dalam pertemuan tersebut, seorang koordinator penagihan perusahaan, menurut keterangan korban, menyampaikan bahwa kendaraan dimaksud tidak berada di kantor tersebut.

 

Koordinator tersebut juga disebut menyampaikan bahwa pihak perusahaan belum menerima laporan mengenai penarikan mobil pikap dengan nomor polisi BK 8613 PI atas nama Khairani. Ia juga mengatakan akan berupaya menelusuri identitas orang-orang yang mengatasnamakan perusahaan tersebut.

 

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui siapa pihak yang melakukan penarikan kendaraan tersebut maupun dasar hukum tindakan yang dilakukan. Belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan peristiwa tersebut.

 

Korban menyatakan akan terus menelusuri keberadaan kendaraannya, termasuk melakukan koordinasi dengan cabang perusahaan pembiayaan lainnya serta pihak asuransi. (rel/Endan)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş