31.2 C
Jakarta
Friday, May 8, 2026
Home Blog Page 4

MUSPROV VII Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia KALIMANTAN BARAT 2026: MOMENTUM PENENTU—MELAHIRKAN KEPEMIMPINAN ATAU MENGUKUHKAN STAGNASI

0

Pontianak, 5 Mei 2026 — POSSI Kalimantan Barat memasuki fase paling krusial dalam perjalanan organisasinya melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Tahun 2026. Ini bukan sekadar agenda rutin, bukan seremoni tahunan, dan bukan ruang kompromi kepentingan. Ini adalah titik penentu arah: maju dengan kepemimpinan yang kuat, atau kembali terjebak dalam stagnasi yang melemahkan.

Fakta di lapangan tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Banyak organisasi olahraga gagal berkembang bukan karena kekurangan potensi, melainkan karena kesalahan dalam memilih pemimpin. Kepemimpinan yang lahir dari kompromi, kedekatan, atau sekadar formalitas administratif terbukti hanya menghasilkan organisasi tanpa arah, program tanpa eksekusi, dan prestasi yang terus menurun.

Musprov VII harus menjadi garis tegas pemutus pola lama. Tidak boleh ada lagi ruang bagi kandidat tanpa rekam jejak, tanpa kapasitas, dan tanpa komitmen nyata. Organisasi ini terlalu strategis untuk dipertaruhkan pada figur yang hanya hadir saat momentum perebutan jabatan, lalu menghilang ketika tanggung jawab menuntut kerja.

Seluruh perangkat telah dibentuk. Sistem telah disusun. Mekanisme telah diperketat. Namun semua itu tidak akan berarti jika integritas proses dikompromikan. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) memegang peran strategis sebagai gerbang utama—bukan sekadar memeriksa berkas, tetapi menyaring kualitas dan menjaga marwah organisasi.

Standar yang diterapkan tidak ringan dan memang tidak boleh diturunkan. Dukungan minimal dari tiga Pengcab bukan formalitas kosong, melainkan indikator legitimasi awal. Pengalaman organisasi adalah bukti keterlibatan nyata, bukan pelengkap dokumen. Lisensi selam adalah representasi kompetensi, bukan simbol. Komitmen waktu adalah kesiapan bekerja, bukan janji.

Jika standar ini diturunkan, maka hasilnya sudah dapat dipastikan: kepemimpinan yang lahir akan lemah sejak awal. Organisasi berjalan tanpa arah, program tersendat, konflik internal menguat, dan kepercayaan publik kembali terkikis.

Musprov ini bukan hanya milik pengurus. Ini milik seluruh ekosistem olahraga selam Kalimantan Barat—atlet, pelatih, komunitas, hingga publik yang menaruh harapan. Mereka tidak lagi diam. Mereka menuntut hasil nyata, bukan janji. Mereka menginginkan kepemimpinan yang bekerja, bukan sekadar menjabat.

Pelaksanaan Musprov di Pulau Lemukutan menjadi simbol kekuatan bahari Kalimantan Barat. Namun potensi tidak akan pernah berubah menjadi prestasi tanpa kepemimpinan yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengeksekusi secara serius.

Lebih dari sekadar organisasi olahraga, POSSI Kalimantan Barat memiliki peran strategis yang luas. Organisasi ini bergerak tidak hanya dalam pembinaan prestasi, tetapi juga dalam pengembangan wisata bawah air, penelitian bawah air, pekerjaan bawah air, serta dukungan terhadap kegiatan dive rescue. Artinya, tanggung jawab kepemimpinan tidak sederhana—dibutuhkan figur yang memahami ekosistem, memiliki kapasitas teknis, serta mampu bekerja lintas sektor.

Pemilihan pada 15 Mei 2026 akan menjadi momen penentu. Ini bukan sekadar siapa yang terpilih, tetapi siapa yang benar-benar layak. Tidak boleh ada toleransi bagi kandidat yang tidak memahami organisasi, tidak memiliki rekam jejak, tidak siap bekerja, atau hanya menjadikan jabatan sebagai tujuan.

Jika kompromi kembali terjadi, maka Musprov ini hanya akan menjadi awal dari kegagalan berikutnya. Sebaliknya, jika proses dijaga dengan disiplin dan integritas, maka Musprov VII akan menjadi titik balik kebangkitan. Organisasi akan memiliki arah yang jelas, program berjalan efektif, pembinaan atlet hidup, pengembangan sektor bahari meningkat, dan kepercayaan publik kembali pulih.

Tanggung jawab ini tidak bisa dilempar. Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen organisasi. Tidak cukup hanya berharap proses berjalan baik—semua pihak harus memastikan standar dijaga, aturan ditegakkan, dan kualitas menjadi satu-satunya ukuran.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan. Yang dipertaruhkan adalah masa depan organisasi dan peran strategisnya bagi Kalimantan Barat. Musprov VII harus melahirkan pemimpin—bukan sekadar pemenang.

Pilihan ada di tangan forum di Pontianak. Sejarah tidak akan mencatat alasan. Sejarah hanya mencatat hasil.

Tim Liputan

WAASRENA PANGKORMAR PIMPIN UPACARA PENAIKAN BENDERA, TEKANKAN DISIPLIN DAN PATRIOTISME

0

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) — Waasrena Pangkormar Kolonel Marinir Dede Harsana, S.A.P., M.Han., memimpin upacara penaikan bendera rutin hari Senin di Lapangan Apel Kesatrian Jenderal KKO Ali Sadikin, Mako Kormar, Jakarta Pusat, Senin (04/05/2026).

Upacara ini bertujuan menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, disiplin, dan solidaritas prajurit serta ASN di lingkungan Mako Kormar, sekaligus memperkuat pengamalan Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, serta pengucapan Sapta Marga dan Enam Tuntunan Prajurit Korps Marinir.

Usai upacara, Waasrena Pangkormar memberikan pengarahan tentang pentingnya fungsi upacara bendera sebagai pembinaan karakter, loyalitas, dan jiwa kejuangan prajurit.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan etika dalam berlalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab serta cerminan prajurit Korps Marinir yang profesional, tertib, dan menjadi teladan bagi masyarakat.

(Yuli)

Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Brimob Sahabat Anak di SDN 75 Kota Lubuklinggau

0

Lubuklinggau, 4 Mei 2026 — Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan “Brimob Sahabat Anak” di SD Negeri 75 Kota Lubuklinggau pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, para personel Brimob memberikan edukasi ringan kepada para siswa mengenai pentingnya disiplin, keberanian, serta rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan tugas dan peran Brimob dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Suasana berlangsung penuh keceriaan. Para siswa tampak antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sesi tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi sederhana yang memperkenalkan peralatan yang digunakan oleh personel Brimob. Tidak hanya itu, para personel juga memberikan motivasi kepada siswa agar rajin belajar dan menjauhi perilaku negatif.

Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini sekaligus membangun kedekatan emosional antara Polri dan generasi muda.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan “Brimob Sahabat Anak”, diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

(Yuli)

Kemenag Pati Tanamkan Nilai Toleransi, Warga Desa Godo Diajak Hidup Rukun

0

PATI – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerukunan umat melalui kolaborasi dengan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati. Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan keagamaan di Desa Godo, Kecamatan Winong, Senin (4/5/2026).

Kegiatan nonfisik tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial masyarakat. Kemenag Pati menilai, pembangunan yang berkelanjutan harus ditopang oleh kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Pati, Taufik Muhammad Nur, S.Ag., dalam pemaparannya menekankan pentingnya menjaga toleransi sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Ia menyampaikan bahwa perbedaan keyakinan merupakan keniscayaan yang harus disikapi dengan bijak melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

“Kerukunan harus dibangun dengan mengedepankan kebersamaan serta saling menghormati perbedaan. Ini menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Taufik juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia mengajak warga untuk kembali pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, peran penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI sangat strategis dalam membina umat agar tetap menjaga stabilitas sosial di tingkat desa, khususnya dalam mendukung suksesnya program TMMD.

Sementara itu, perwakilan Satgas TMMD, Kapten Inf Sucipto, mengapresiasi keterlibatan Kemenag dalam kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa penyuluhan agama menjadi salah satu upaya konkret dalam membangun karakter masyarakat yang religius, toleran, dan berjiwa nasionalis.

“Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa pembangunan mental dan spiritual sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan pembangunan fisik,” ungkapnya.

Melalui sinergi ini, Kemenag Pati berharap nilai-nilai toleransi dan kebersamaan dapat terus terjaga, sehingga masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang kondusif, damai, dan produktif, baik selama pelaksanaan TMMD maupun dalam kehidupan sehari-hari ke depan.

(Yuli)

Senyum Anak-anak Godo, Harapan Baru dari Edukasi Anti Bullying di TMMD 128

0

PATI – Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak SDN 1 Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, saat mengikuti sosialisasi anti bullying dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, Senin (04/05/2026). Duduk berjejer dengan penuh semangat, mereka menyimak setiap materi yang disampaikan, mencerminkan harapan akan tumbuhnya lingkungan sekolah yang lebih ramah dan aman.

Program TMMD kali ini tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek penting lainnya, yakni pembangunan karakter generasi muda. Melalui kolaborasi bersama Astuty Foundation, kegiatan edukasi anti bullying menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk kepribadian anak sejak dini.

Hadir sebagai narasumber, Padina Mahardika Sari atau Mbak Andin, Founder Astuty M.A Foundation Pati, memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya saling menghargai, empati, serta berani melawan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Mbak Andin mengapresiasi langkah Kodim 0718/Pati yang telah membuka ruang kolaborasi dalam program TMMD. Menurutnya, perhatian terhadap anak-anak merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.

“Terima kasih kepada Kodim yang sudah menggandeng kami dan begitu peduli terhadap anak-anak. Mereka adalah generasi penerus yang akan membangun daerah ini ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia. Edukasi seperti ini, menurutnya, menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk tumbuh dengan karakter yang kuat dan saling menghargai.

Sementara itu, Sertu Arifin, anggota Satgas TMMD yang turut mendampingi kegiatan, berharap sosialisasi ini mampu memberikan dampak positif bagi para siswa. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya bullying, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, TMMD Reguler ke-128 tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik di desa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang akan terus tumbuh dalam diri generasi muda.

(Yuli)

Heboh Darah di Jalan Desa Jurang, Ternyata Korban Kecelakaan Motor

0

Kudus – Update 87.com || Warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, sempat dibuat geger dengan temuan darah berceceran di ruas jalan Desa turut Dukuh Manisan, Desa Jurang pada Minggu (3/5/2026) malam. Temuan tersebut bahkan sempat viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Gebog, AKP Siswanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi yang ramai di media sosial kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.

“Hasil pengecekan di lapangan dan keterangan warga, kejadian itu akibat kecelakaan lalu lintas berupa senggolan antar sepeda motor,” kata AKP Siswanto, Senin (4/5).

Ia menjelaskan, korban MRM (14) warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus saat itu mengendarai sepeda motor Honda Karisma bersama dua temannya di Jalan Rahtawu Raya, tepatnya di depan taman Desa Gondosari, Kecamatan Gebog.

Saat melaju dari arah utara, Lanjut Kapolsek, tiba-tiba dari arah selatan muncul sepeda motor tak dikenal yang hendak menyalip kendaraan lain. Karena terlalu mengambil jalur kanan, kendaraan tersebut menyerempet korban.

“Korban tidak sampai terjatuh, namun mengalami luka robek di kaki kanan bagian bawah hingga mengeluarkan cukup banyak darah,” jelasnya.

Usai kejadian, korban bersama rekannya memilih pulang melalui jalan Desa di wilayah Dukuh Manisan, Desa Jurang. Darah yang terus keluar membuat jejak berceceran di sepanjang jalan, yang kemudian memicu rasa penasaran warga hingga viral di media sosial.

Menindaklanjuti temuan di lokasi, petugas Polsek Gebog tidak hanya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi, tetapi juga melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus untuk memastikan keberadaan korban.

“Setelah kami lakukan penelusuran, korban akhirnya ditemukan sedang menjalani perawatan medis di RSI Sunan Kudus,” ungkapnya.

Diketahui, sesampainya di rumah, korban langsung dibawa keluarganya ke RSI Sunan Kudus untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Polisi menegaskan tidak ada unsur kriminal dalam peristiwa tersebut.

“Kami pastikan ini murni kecelakaan lalu lintas. Kami imbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegas AKP Siswanto.

Sebelumnya, warga yang melihat darah di jalan sempat melapor ke Polsek Gebog. Petugas kemudian bergerak cepat melakukan pengecekan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
( Nazar, kabiro kudus Update 87 jateng)

PRAGOSA BAG MENUJU PAMERAN PERSIT BISA

0

Menjelang pelaksanaan Pameran Persit Bisa, Pragosa Bag semakin memaksimalkan persiapan. Memasuki H-3, seluruh anggota yang terlibat dalam produksi produk UMKM, menunjukkan semangat dan dedikasi yang tinggi dalam mempersembahkan karya terbaiknya.

Berbagai aspek persiapan terus dioptimalkan, mulai dari peningkatan kualitas produk, penyempurnaan desain, hingga penataan kemasan agar lebih menarik dan memiliki daya saing. Setiap detail diperhatikan dengan seksama guna menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan identitas dan kreativitas anggota Persit.

Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dalam hal strategi penataan display pameran. Konsep booth dirancang sedemikian rupa agar mampu menarik perhatian pengunjung serta memberikan kesan klasik dan elegan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan Pragosa Bag kepada masyarakat.

Dukungan dan arahan dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonkav 7 yaitu Ny. Irma Wahyuansyah serta dukungan dari Pembina Persit, terus menjadi motivasi bagi seluruh anggota. Melalui bimbingan tersebut, para anggota semakin percaya diri dalam menampilkan hasil karya terbaiknya di Persit Bisa Vo.2.

Dengan persiapan yang telah di rencanakan, diharapkan keikutsertaan dalam Pameran Persit Bisa dapat menjadi momentum dalam memperluas pemasaran dan meningkatkan nilai jual produk, serta memperkuat peran Persit dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga.

(Yuli)

BATALYON A PELOPOR SATBRIMOB POLDA SUMSEL MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBERIAN MATERI MENYELAM

0

Palembang — Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan pemberian materi menyelam pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Aipda Sugiarto dan berlangsung di Kolam Renang Pusri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel, khususnya dalam penguasaan teknik penyelaman yang menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung tugas-tugas operasional di lapangan. Dalam pelaksanaannya, para peserta diberikan pembekalan materi dasar menyelam, mulai dari teknik penggunaan peralatan, prosedur keselamatan, hingga praktik langsung di dalam air.

Aipda Sugiarto dalam arahannya menekankan pentingnya pemahaman teori dan praktik yang seimbang guna meminimalisir risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai situasi, khususnya yang berkaitan dengan operasi di wilayah perairan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diikuti dengan antusias oleh seluruh personel yang hadir. Diharapkan melalui pelatihan ini, kemampuan individu maupun tim dalam bidang penyelaman dapat semakin meningkat sehingga mampu menunjang pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal.

(Yuli)

KASUBBAG MIN OPS SATBRIMOB POLDA SUMSEL KOMPOL. MOKLIS, S.H. MENGHADIRI PENUTUPAN PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE CABANG KE-XI TAHUN 2026 KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KOTA PALEMBANG

0

Palembang — Kegiatan Jambore Cabang ke-XI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Palembang resmi ditutup pada Minggu, 3 Mei 2026. Acara penutupan berlangsung khidmat di Bumi Cadika dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan serta tamu undangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kasubbag Min Ops Satbrimob Polda Sumsel, Kompol Moklis, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan. Kehadiran beliau menjadi wujud sinergi antara kepolisian dan organisasi kepemudaan dalam menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan semangat nasionalisme.

Turut hadir pula Kamabicab Gerakan Pramuka Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, yang secara resmi menutup rangkaian kegiatan jambore. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, serta peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan dedikasi.

Kegiatan Jambore Cabang ke-XI ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai gugus depan se-Kota Palembang. Selama pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi kepramukaan, keterampilan, serta kegiatan yang bertujuan membentuk karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.

Penutupan kegiatan ditandai dengan upacara resmi, penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik, serta harapan agar nilai-nilai yang diperoleh selama jambore dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Yuli)

Denyut nadi dan semangat mulai terasa makin kuat menjelang Pelaksanaan Persit Bisa Vol.2 yang diselenggarakan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat.

0

Beelbe turut mempersiapkan koleksi tas kulit pahat lukis dengan desain baru dan kualitas terbaik dengan sentuhan motif khas Indonesia yang dikerjakan penuh ketelitian dan rasa cinta terhadap warisan budaya. Tak hanya fokus pada kualitas produk, Beelbe juga mempersiapkan konsep booth yang menarik dan akan memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung.

Mari datang dan dukung karya anak bangsa dengan mengunjungi Booth Beelbe No. 71 di Persit Bisa Vol.2, bertempat di Gedung Balai Kartini Expo, mulai tanggal 7-9 Mei 2026. Temukan keindahan karya seni yang bercerita melalui setiap pahatan dan goresannya.

 

(Yuli)

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş