29.2 C
Jakarta
Thursday, June 25, 2026

Wadan Pusterad Pimpin Rapat UN I Juknis Pertanian di Lingkungan TNI AD 

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Wadan Pusterad Pimpin Rapat UN I Juknis Pertanian di Lingkungan TNI AD 

 

(Pen Pusterad). Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos, memimpin pelaksanaan Rapat Uji Naskah (UN) I Juknis Pertanian di Lingkungan TNI AD, Juknis Pedoman Keterampilan Jabatan (PKJ) 2 sampai 8 Kompi Pertanian dan Kompi Peternakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), yang berlangsung di Aula Gajah Mada Pusterad, Jl. Setu Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026).

 

Dalam arahannya, Wadan Pusterad menegaskan bahwa kegiatan UN I merupakan tahapan penting dalam menyempurnakan produk doktrin dan petunjuk teknis agar memiliki kualitas yang baik, aplikatif, serta mampu menjawab kebutuhan satuan pengguna. Oleh karena itu, seluruh peserta rapat diharapkan dapat memberikan saran dan masukan secara konstruktif terhadap konsep naskah yang telah disusun oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pusterad.

 

“Melalui forum ini kita bersama-sama membahas dan mendiskusikan Juknis Pertanian di lingkungan TNI AD, Juknis Pedoman Keterampilan Jabatan (PKJ) 2 sampai 8 Kompi Pertanian dan Kompi Peternakan Yonif TP yang telah disusun oleh Pokja Pusterad. Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, sehingga naskah yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi satuan pengguna,” ujar Mayjen TNI Agus Prangarso.

 

Lebih lanjut, Wadan Pusterad menyoroti pentingnya keterlibatan para ahli dan praktisi yang memiliki kompetensi sesuai dengan materi yang sedang dibahas. Menurutnya, penyusunan petunjuk teknis di bidang pertanian dan peternakan idealnya melibatkan unsur-unsur yang memiliki keahlian di bidang tersebut, seperti akademisi, peneliti, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta instansi terkait dari Dinas Pertanian maupun Dinas Peternakan.

 

Ia menilai bahwa kehadiran para pakar dan praktisi akan memperkaya substansi naskah sehingga produk yang dihasilkan lebih komprehensif, akurat, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan operasional di lapangan.

 

“Ke depan, pembahasan suatu materi hendaknya melibatkan personel yang benar-benar memahami bidang yang dibahas. Dengan demikian, masukan yang diberikan akan lebih fokus dan berkualitas sehingga produk yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun praktis,” jelasnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Wadan Pusterad menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan Uji Naskah ini akan dilakukan pembahasan lanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur akademisi, BRIN, serta instansi teknis terkait guna menyempurnakan substansi naskah sebelum ditetapkan menjadi produk resmi TNI AD.

 

Selanjutnya, Wadan Pusterad mengajak seluruh peserta rapat untuk berperan tanpa melihat pangkat maupun jabatan. Menurutnya, setiap saran yang disampaikan demi penyempurnaan naskah petunjuk teknis yang berkualitas, sehingga menjadi pedoman yang efektif dalam mendukung pelaksanaan tugas pembinaan teritorial dan program ketahanan pangan TNI AD.

 

“Saya tidak melihat pangkat dan jabatan. Yang terpenting adalah kualitas masukan yang diberikan. Apabila ada saran yang baik untuk penyempurnaan naskah, silakan disampaikan secara terbuka. Jika tidak memungkinkan untuk disampaikan secara langsung, dapat disampaikan secara tertulis kepada tim Pokja,” tegasnya.

 

 

(Yuli)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş