26.9 C
Jakarta
Wednesday, February 4, 2026

Menunggu dalam Diam: Kisah Perempuan Pergi dalam Sunyi di Kursi Depan Minimarket

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

Semarang, Update 87.Com || Malam perlahan menutup Jalan Gajah Mada, Semarang Tengah. Aktivitas pertokoan mulai sepi, kendaraan melintas kian jarang. Namun di depan Indomaret nomor 106, seorang perempuan masih terlihat duduk diam di kursi plastik, seolah menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.

Sejak sore hari, Senin itu, kehadirannya tidak mencurigakan. Sekitar pukul 17.00 WIB, dua karyawan Indomaret Reza Dewa Permana Putra dan Erna Setiyo Rini masih melihat perempuan tersebut duduk tenang di depan toko. Beberapa jam berlalu. Pada pukul 19.00 WIB, saat Erna menyapu halaman depan, sosok itu masih berada di tempat yang sama, duduk sambil sesekali menggoyangkan kakinya.

Waktu terus berjalan hingga mendekati tengah malam. Pukul 23.15 WIB, Erna merasa ada yang tak beres. Perempuan itu masih duduk di posisi yang sama, tak bergerak. Ia lalu meminta Reza untuk membangunkannya, khawatir karena hari sudah larut. Reza mencoba menggoyangkan kaki korban namun tidak ada respons.

Kesunyian mendadak berubah menjadi kepanikan. Erna segera menghubungi pihak kepolisian melalui aplikasi LIBAS. Tak lama berselang, petugas datang ke lokasi, disusul Ambulance Hebat dari Puskesmas Poncol.

Pukul 23.40 WIB, tim medis menyatakan perempuan tersebut telah meninggal dunia. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya denyut nadi, saturasi oksigen tidak terbaca, pupil mata membesar, serta telapak tangan membiru. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Korban kemudian diketahui bernama Aprilia Ida Retnowati (42), warga Kabupaten Semarang. Saat ditemukan, ia meninggal dalam posisi duduk di kursi, mengenakan kaos dan celana pendek. Jenazah selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RS Dr. Kariadi menggunakan mobil jenazah PMI.

Polsek Semarang Tengah segera melakukan langkah-langkah kepolisian, mulai dari pengamanan tempat kejadian perkara, pendataan saksi, hingga koordinasi dengan Inafis Polrestabes Semarang untuk penanganan lebih lanjut.

Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah benar-benar tidur, peristiwa ini menyisakan keheningan panjang. Seorang perempuan mengembuskan napas terakhirnya di ruang publik, tanpa suara, tanpa keramaian hanya disaksikan waktu yang terus berjalan. Aparat memastikan penanganan dilakukan secara profesional, sementara penyebab pasti kematian masih menunggu proses lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
( Editor, Nur – Adi Tim Update 87 jateng)

@sorotan #aplikasilibas #polrestabessemarang

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş