27.5 C
Jakarta
Wednesday, February 4, 2026

DIDUGA PROYEK SEUMUR JAGUNG, SUDAH AMBYAR, KEMANA DUITNYA, APH HARUS USUT TUNTAS

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

​KENDAL , Update 87.com || Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal warga masyarakat memiliki pengharapan yang sangat sangat luar biasa untuk memiliki akses jalan yang kokoh dan mumpuni seketika Ambyar, Jembatan Sungai Lingen yang sudah dinanti-nanti selama sembilan tahun lamanya, kini kondisinya justru memprihatinkan, dan sangat membahayakan, Meski baru saja rampung diperbaiki, bangunan penghubung antar dusun itu sudah terlihat retak-retak dan ambrol di beberapa bagian.

​Anggaran sangat mumpuni namun hasilnya sangat mengecewakan,
Tak main-main, proyek ini menelan biaya yang bikin melotot. Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan jembatan ini menyedot anggaran APBD Kendal 2025 sebesar Rp992.637.000, ditambah suntikan Anggaran Perubahan sebesar Rp200 juta. Total duit rakyat yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,1 miliar. Di duga hanya untuk bancakan oknum yang tidak bertanggungjawab

​Pengerjaan yang dimulai sejak Oktober 2025 dengan estimasi waktu 90 hari ini awalnya disambut sukacita oleh warga, terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada akses jalan tersebut. Namun, apa daya, proyek yang seharusnya kokoh ini malah tampak “letoy” dan kualitasnya dipertanyakan.

​Sembilan Tahun Menanti, Berujung Kecewa
“Kami sudah ajukan perbaikan sejak sembilan tahun lalu. Pas dibangun senang, tapi kalau hasilnya begini ya ngeri juga lewatnya. Baru jadi sudah retak-retak,” keluh salah seorang warga yang kecewa melihat kondisi jembatan yang ambrol sebelum sempat dinikmati lama.

​Warga menduga ada yang tidak beres dalam proses pengerjaan atau spesifikasi material yang digunakan. Mengingat jembatan ini adalah urat nadi perekonomian desa, kerusakan ini sangat fatal bagi mobilitas nelayan dan masyarakat antar dusun.
​Dinas Terkait Harus Bertindak!

Kini bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Kendal. Warga mendesak pihak kontraktor untuk segera bertanggung jawab dan melakukan perbaikan ulang sesuai standar. Masyarakat tidak ingin anggaran miliaran rupiah itu menguap begitu saja menjadi “monumen” kegagalan infrastruktur.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih was-was saat melintasi jembatan tersebut, sementara pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi soal ambrolnya jembatan, yang masih hangat untuk di pegang di ibaratkan baru lahir, seumur jagung sudah Ambyar

LSM yang sangat Kredibel di kabupaten kendal dalam bidang pengawasan Korupsi, menanggapi permasalahan jembatan yang seumur jagung sudah Ambyar, ” *pelaksana proyek jembatan ini perlu di pertanyakan tentang spek material yang di gunakan, di duga asal asalan, tidak memperhatikan kwalitasnya, padahal ini menggunakan uang Rakyat, dan masyarakat jangan di bodoh bodohin tho ,” Ungkap mas ketua LSM

“Saya akan bersurat ke Dinas terkait tentang jembatan yang baru seumur jagung sudah Ambyar, dan proyek ini menggunakan uang Rakyat lho, kok pengejaannya asal asalan, atau mungkin ada kerja sama dengan pemegang kebijakan tentang anggaran yang di gelontorkan, tunggu mas wartawan dan ikuti langkah langkah yang akan kami tempuh untuk mengungkap masalah ini,” Tutup mas ketua saat wawancara dengan awak media

Sedangkan dari pihak DPUPR Kabupaten kendal, awak media hubungi lewat sambungan Whatsapp nya hanya mengatakan ” *Sudah di perbaiki Pak, dan mengirimkan foto proses perbaikan pondasi jembatan* tulis Kabid.BM DPUPR kabupaten Kendal Pak Bidin panggilan akrabnya
( Red – Tim update 87 jateng)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş