26.1 C
Jakarta
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 79

Demo di Pati: Apresiasi Masyarakat untuk Polisi yang Humanis

0

Pati, Update87.com || Aksi unjuk rasa masyarakat Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025 di Alun-alun Pati masih berlangsung. Ribuan warga berkumpul menyampaikan aspirasi dengan pengawalan ketat namun humanis dari aparat kepolisian dan TNI.

Didik, koordinator lapangan aksi masyarakat Pati, menyampaikan apresiasi besar kepada jajaran kepolisian yang bertugas. Menurutnya, cara pengamanan yang dilakukan benar-benar mengedepankan protap dan menghindari tindakan represif. “Saya terima kasih kepada Pak polisi. Pak polisi ini sangat-sangat baik, bahwa tameng tidak bawa pentungan, benar-benar tidak mau menyakiti masyarakat,” ujar Didik.

Ia menambahkan, sejak awal aksi, aparat telah menunjukkan sikap terbuka dan ramah kepada peserta demo. “Semua ini dilakukan atas nama protap. Kalau ada keributan pasti water canon keluar, gas air mata juga keluar, tapi nyatanya semua bisa kita jaga agar tidak sampai ke sana,” kata Didik.

Menurut Didik, keberhasilan menjaga kondusifitas ini berkat komitmen bersama antara masyarakat dan aparat keamanan. “Saya mengharapkan agar demo ini berakhir damai dan semua tuntutan masyarakat dikabulkan. Kita sama-sama menjaga agar tidak ada tindakan yang memancing keributan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau peserta aksi untuk tetap fokus pada tujuan menyampaikan aspirasi, bukan memprovokasi. “Kalau kita tertib, suara kita lebih mudah didengar. Kita sudah buktikan hari ini bahwa demo damai itu bisa dilakukan,” tegas Didik.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama aksi. “Kami bersama TNI selalu siap mengawal penyampaian aspirasi masyarakat dengan aman. Terima kasih atas kerja samanya sehingga semua bisa berjalan tertib,” ungkapnya.

Kombes Jaka menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan langkah-langkah persuasif dan dialog terbuka agar setiap aksi berjalan aman. “Kami berharap ke depan, setiap perbedaan pendapat bisa disampaikan secara baik dan damai, demi menjaga ketentraman bersama,” pungkasnya.

( Red – Tim update 87 jateng)

TMMD Ke-125 Kodim 1506/Namlea Picu Pembangunan di Buru Selatan

0

Buru Selatan – Kodim 1506/Namlea menggelar TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 di Kabupaten Buru Selatan, Maluku, dengan tujuan membantu Pemerintah Daerah Buru Selatan dalam percepatan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TMMD ke-125 ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah Buru Selatan.

Sasaran kegiatan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur dasar, seperti pembangunan riol/drainase sepanjang 315,10 meter, tinggi 2,5 meter, dan lebar 3,5 meter di Desa Waenono. Pembangunan 1 titik sumur bor dan tower air bersih di Desa Kamanglale dan rehab rumah tidak layak huni di Desa Leku. Selain itu, TMMD ke-125 juga melaksanakan sasaran non-fisik, seperti sosialisasi tentang cegah tangkal radikalisme, KB Kes, wawasan kebangsaan, stunting, dan pemberian nutrisi tambahan, Kamtibmas, bela negara, dan masyarakat tanggap bencana.

Dandim 1506/Namlea Letkol Inf Mohammad Tamami, S.Sos, Selasa (12/08/2025) menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan pembangunan desa. Beliau juga berharap bahwa TMMD kali ini mampu memantik semangat kolaborasi yang sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan dan masyarakat.

TMMD ke-125 diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Buru Selatan, seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat serta memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat melalui kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya TMMD ke-125, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di Buru Selatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Yuli)

Hormati Proses Hukum, Pelindo Regional 1 Siap Dukung Kejatisu

0

Medan, Update87.com

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang dilaksanakan
Tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Kantor Pelindo Regional 1, Senin (11/8/2025).

Executive Director Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menegaskan bahwa pihaknya siap kooperatif selama proses hukum berjalan.

“Kami pastikan bahwa manajemen bersikap terbuka dan kooperatif, serta memberikan akses kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Jonedi, Selasa (12/8/2025).

Menurut Jonedi, kehadiran Tim Kejatisu di kantor Pelindo Regional 1 merupakan bagian dari proses pengumpulan data dan informasi.

Pihaknya memastikan bahwa kegiatan operasional di wilayah Pelindo Regional 1 tetap berjalan normal tanpa gangguan.

“Layanan kepada para pengguna jasa tetap berjalan sebagaimana mestinya. Komitmen kami adalah menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan pelayanan dengan lancar,” pungkas Jonedi.

 

(rel/Endan)

Bupati Pati Sadewo cabut keputusan Kontroversial lainnya, setelah batalkan kenaikan PBB 250 persen

0

Pati, Update87.com|| para pendemo dari beberapa aliansi di kabupaten Pati mengatakan, mencabut beberapa kebijakan merupakan alasan klasik setelah rencana demo tanggal 13 Agustus 2025 terus menggema dan donasi Air mineral terus mengalir bagaikan grojogan sewu ujar salah satu penggagas demo yang enggan di sebutkan namanya “ini murni dari nurani rakyat pak wartawan,” serunya dengan lantang

Sadewo resmi mencabut dan memutuskan serta mengembalikan sistem pembelajaran di kabupaten Pati menjadi 6 hari sekolah kebijakan itu cuman berlaku sepekan saja, terhitung mulai 11 Agustus 2025 kembali seperti sedia kala, kebijakan ini tercantum dalam surat keputusan (SK) nomor. 400.3.1/303/M yang di tandatangani 8/8/2025

SK tersebut secara simbolis di serahkan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono, kepada ketua pengurus cabang Nahdlatul ulama (PCNU) kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, jumat 8/8/2025 siang hari, penyerahan ini berlangsung di kantor PCNU Kabupaten Pati.

“Ada keinginan kuat masyarakat pati untuk tetap menjadi 6 hari bersekolah, agar TPQ Madin tetap berjalan baik, ” ungkap Pak Kyai Yusuf Hasyim di kantor nya

Kebijakan 5 hari sekolah yang di mulai pada 14 juli 2025, sempat menuai kritik pedas dan kekawatiran dari masyarakat kabupaten Pati, kekawatiran tersebut sangat beralasan yaitu sangat terganggu kegiatan pendidikan keagamaan seperti TPQ (Taman Pendidikan Al-quran) dan Madrasah Diniyah (Madin) dengan kebijakan tersebut anak anak menjadi kelelahan dan tidak maksimal dalam mengikuti kegiatan keagamaan selepas pulang sekolah.

“Ketika penerapan 5 hari sekolah, anak anak untuk hadir di TPQ/Madin anak anak sudah sangat lelah ,” jelas KH Yusuf Hasyim.

“Selain itu hari libur sabtu yang semestinya dimanfaatkan untuk kegiatan produktif ternyata lebih banyak di gunakan untuk bermain gedget bukan untuk belajar, namun banyak di gunakan main Handphone dan Game ,” lanjut pak Kyai

“Di SK bupati ada penguatan karakter di luar sekolah, satuan pendidikan bisa berkolaborasi dengan lembaga keagamaan, sesuai agamanya masing masing, ” ungkap Pak Kyai Yusuf Hasyim

” Pengelola TPQ – Madin sudah berjalan lama dimasyarakat, jadi sebenarnya tidak ada masalah dan tidak membebani anggaran,” lanjut pak kyai

“Terimakasih telah menerima masukan dari tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, dan evaluasi dilapangan. Ini merupakan keputusan yang terbaik untuk pendidikan di kabupaten Pati, agar semua berjalan dengan lancar dan baik untuk semua masyarakat Pati, terutama pendidikan keagamaan TPQ – Madin, “pungkasnya KH. Yusuf Hasyim.

Bupati Sadewo selain mencabut 5 hari sekolah dan dalam sepekan ini juga mencabut kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB – P2) hingga 250 persen yang sempat menimbulkan aksi dari masyarakat kabupaten Pati dan akan di tindak lanjuti dengan aksi turun kejalan/ Demo yang di rencanakan pada tanggal 13 Agustus 2025

( Red , Adi – Nur Tim Update87 jateng)

Video Inspiratif Polda Jateng: Rayakan Kemerdekaan dengan Persatuan dan Pengabdian

0

Kota Semarang, Update 87.com || Jawa Tengah|Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Jawa Tengah memproduksi sebuah video bertema Semangat Kebangsaan yang merefleksikan nilai persatuan, kebersamaan, Pengabdian dan kepedulian di tengah keberagaman masyarakat.

Pengambilan gambar dilakukan pada Senin (11/8/2025) di berbagai lokasi ikonik seperti Mapolda Jateng, Lawang Sewu, dan titik-titik yang menampilkan kekayaan budaya Jawa Tengah. Proses produksi ini berkolaborasi dengan TV Polri.

Hadir langsung dalam proses tapping, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo serta PJU Polda Jateng. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan bahwa pembuatan Video tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pesan kebangsaan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

“Video ini mengusung semangat kebangsaan, dengan harapan masyarakat semakin mencintai bangsa dan negara Indonesia,” ujar Kabid Humas. Senin (11/8)

Dalam pembuatan Video ini selain melibatkan para pejabat utama (PJU) Polda Jateng, juga termasuk beberapa Kapolres jajaran yang tampil kompak mengenakan pita kepala merah putih. Setiap adegan menyampaikan pesan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjalankan kewajiban, tetapi juga merasakan denyut kehidupan masyarakat, mengabdi dengan kekuatan dan kepedulian, serta menjaga semangat merah putih.

Melalui karya ini, Polda Jateng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkokoh persatuan, merawat kebhinekaan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan kepedulian demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan maju.

“Bersatu dalam semangat, bergerak dalam pengabdian. Polri hadir untuk rakyat dan untuk Indonesia,” tandas Kabid Humas.

(Editor, sun – Nur Tim update 87 jateng)

Dansatlat Brimob Korbrimob Polri Pimpin Upacara Pembukaan Latbinpuan Brimob Perwira Remaja Korps Brimob Polri Lulusan Akpol dan SIPSS T.A. 2025

0

Mengawali langkah pengabdian di Korps Brimob Polri, sebanyak 8 Perwira Remaja lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) T.A. 2025 mengikuti upacara pembukaan Latihan Pembinaan dan Kemampuan (Latbinpuan) Brimob yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Latihan (Dansatlat) Brimob Korbrimob Polri Kombes Pol. Deonijiu De Fatima di Lapangan _Yana Anucasana_, Satuan Latihan Brimob, Gunung Putri, Jawa Barat. Senin (11/08/25).

Upacara pembukaan tersebut dihadiri oleh Dansat Wanteror Pasukan Gegana Korbrimob Polri Kombes Pol. Tedy Purnanto, Danmen II Pasukan Pelopor Korbrimob Polri Kombes Pol. Teguh Triwantoro, Danmen IV Pasukan Pelopor Korbrimob Polri Kombes Pol. Esty Setyo Nugroho, Pamen dan Pama Korbrimob Polri, serta Peserta Latbinpuan Paja Akpol dan SIPSS Lulusan Tahun 2025.

Pelatihan ini dilaksanakan selama satu bulan terhitung mulai tanggal 11 Agustus s.d. 9 September 2025. Dengan dimulainya rangkaian pembinaan dasar yang bertujuan membentuk, membekali, dan mengasah kemampuan para perwira remaja agar siap melaksanakan tugas operasional di lapangan sesuai dengan karakteristik satuan Brimob Polri.

Dalam amanatnya, Dansatlat Brimob Korbrimob Polri menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, serta integritas sebagai landasan utama pengabdian, sekaligus mengingatkan seluruh peserta untuk menyerap setiap materi pelatihan dengan serius demi keberhasilan penugasan di masa depan.

“Saya mengucapkan selamat datang bagi para peserta yang baru selesai menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian serta juga kepada para Instruktur yang akan memberikan materi dan praktek dalam pelatihan ini.” Pernyataan Dansatlat Brimob.

“Saya berharap saudara melaksanakan kegiatan pelatihan ini dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan kualitas perorangan yang unggul dan diperhitungkan oleh lawan serta terlatih, responsif, dan profesional.” Lanjutan pernyataan Dansatlat Brimob.

Latbinpuan ini menjadi salah satu agenda strategis Korps Brimob Polri untuk memastikan para perwira remaja memiliki kemampuan teknis dan taktis yang mumpuni, serta mental dan fisik yang tangguh dalam menghadapi dinamika tugas di seluruh wilayah Indonesia.

(Yuli)

Heni Sagara Klarifikasi Isu Rekaman Suara Sidang Nikita Mirzani dan Tuduhan Mafia Skincare

0

Jakarta – Nama Heni Purnamasari atau yang lebih dikenal publik sebagai Heni Sagara, apoteker sekaligus pengusaha sukses di industri kulit dan kecantikan, kembali menjadi sorotan.

Pemilik pabrik skincare yang seluruh produknya terdaftar resmi di BPOM ini angkat bicara terkait tuduhan rekaman suara dalam sidang Nikita Mirzani serta isu lama yang menyeretnya sebagai “mafia skincare.”

Heni Sagara, yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat, dikenal luas atas keahliannya meracik dan memasarkan produk skincare dengan standar keamanan ketat.

Kesuksesan bisnis yang dibangunnya selama bertahun-tahun menjadi penopang bagi ribuan pekerja. Namun, reputasinya terguncang ketika pada tahun lalu ia tiba-tiba disebut-sebut dalam podcast yang menampilkan dr. Oky Pratama dan dr. Richard Lee.

Istilah “mafia skincare” yang dilontarkan tanpa bukti mengarah ke Heni, memicu stigma di media sosial dan bahkan dugaan upaya pemerasan.

“Semua kerja keras saya nyaris hancur akibat stigma yang ditempelkan begitu saja tanpa dasar,” ujar Heni.

Terseret Isu Rekaman Suara Sidang
Belum usai menghadapi tuduhan lama, Heni kembali dihantam gelombang fitnah baru. Dalam sidang antara Nikita Mirzani dan Reza Gladys, beredar rekaman suara yang diklaim berisi percakapan pengaturan aparat.

Tanpa verifikasi, sejumlah pihak langsung menuding bahwa suara tersebut milik Heni. Serangan hujatan membanjiri media sosialnya.

Namun, situasi berubah ketika Lucinta Luna mengunggah rekaman tersebut di Instagram dan menyebut nama pemilik suara yang ternyata bukan Heni.

Unggahan ini diperkuat dengan repost dari Nikita Mirzani, yang mengonfirmasi bahwa suara tersebut sama sekali tidak terkait dengan Heni.

“Fakta ini membuktikan tuduhan terhadap saya salah alamat. Semoga ini menjadi pelajaran untuk selalu tabayyun sebelum menyebarkan kabar,” kata Heni.

Klarifikasi dan Penegasan

Heni menegaskan bahwa seluruh produknya telah lolos uji dan memiliki izin BPOM. Pabrik yang ia kelola tetap beroperasi sesuai standar pemerintah. “Saya bukan mafia skincare, saya apoteker yang bekerja mengikuti aturan. Nama saya dicatut dan reputasi saya diserang, tapi saya percaya kebenaran akan menemukan jalannya,” tegasnya.

Deretan Serangan Digital

Selain tuduhan publik, Heni pernah menjadi korban hoaks kematian pada Oktober 2024. Berita palsu itu membuat keluarga panik sebelum akhirnya terbukti tidak benar.

Pada April 2025, situs resmi Marwah—brand yang terkait bisnisnya—dibajak dan dipalsukan. Ia juga mengalami doxing, di mana data pribadinya disebarkan ke publik, mengancam keamanan dirinya dan keluarganya.

Langkah Hukum
Kuasa hukum Heni memastikan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah, hoaks, melakukan peretasan, maupun doxing. Heni mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi.

“Di era banjir informasi, kabar bohong bisa lebih cepat menyebar daripada klarifikasi. Prinsip tabayyun bukan hanya ajaran agama, tapi pedoman moral agar kita tidak ikut merusak nama baik orang yang tak bersalah,” katanya.

(Yuli)

Sidang Fariz RM: Kuasa Hukum Tolak Tuntutan 6 Tahun, Desak Hakim Pilih Rehabilitasi

0

JAKARTA — Sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa musisi senior Fariz RM kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025). Agenda kali ini adalah pembacaan pembelaan atau pledoi dari pihak terdakwa yang secara tegas menolak seluruh tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Kuasa hukum Fariz RM, Deolipa Yumara, menilai tuntutan enam tahun penjara yang diajukan jaksa tidak tepat. Menurutnya, kliennya adalah pengguna, bukan pengedar narkoba, sehingga penerapan pasal selama ini dianggap keliru.

“Pledoi sudah kami siapkan dan kami juga akan mengajukan permohonan rehabilitasi. Pak Fariz tidak layak dipenjara karena ia butuh perawatan, bukan hukuman badan,” ujar Deolipa usai persidangan.

Fariz RM juga menyiapkan pembelaan pribadi yang akan dibacakan langsung di hadapan majelis hakim, didampingi tim kuasa hukum. Langkah ini menjadi bentuk penolakan terhadap tuntutan yang dianggap memberatkan dan tidak adil.

Kasus ini mendapat sorotan publik karena kembali membuka perdebatan soal penanganan pengguna narkoba di Indonesia: apakah harus dipenjara atau direhabilitasi. Tim kuasa hukum dan keluarga berharap sidang ini menjadi preseden bahwa pengguna aktif seharusnya dipandang sebagai pasien yang memerlukan pemulihan, bukan sebagai pelaku kriminal yang harus mendekam di balik jeruji.

Putusan hakim terhadap pledoi dan permohonan rehabilitasi Fariz RM akan menjadi penentu arah kebijakan penanganan kasus narkoba ke depan. Publik kini menanti, apakah keadilan akan berpihak pada pemulihan atau tetap memilih hukuman penjara bagi pengguna seperti Fariz RM

 

(Red)

Dansat Brimob Polda Sumsel Hadiri Rakernis Fungsi Dokkes dan Pelatihan Dokpol Disaster Victim Identification T.A. 2025

0

Palembang, 2025*Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol. H. Susnadi, S.I.K.*, menghadiri kegiatan *Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Dokkes dan Pelatihan Dokpol Disaster Victim Identification (DVI) Tahun Anggaran 2025* yang berlangsung di *Hotel Harper Palembang*.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Biddokkes Polda Sumsel sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel di bidang kesehatan kepolisian, khususnya dalam penanganan korban bencana atau peristiwa massal. Pelatihan DVI menjadi fokus utama, mengingat peran vitalnya dalam proses identifikasi korban secara ilmiah dan akurat.

Dansat Brimob Polda Sumsel memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan kecepatan, ketelitian, dan koordinasi yang baik.

Dengan adanya Rakernis dan pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di lapangan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin maksimal dan profesional.

(Yuli)

Janda 82 Tahun Terharu Rumahnya Direhab TNI Pada Pelaksanaan TMMD 125 Kodim 1506/Namlea

0

Buru Selatan – Seorang janda berusia 82 tahun, Ibu Wahadu Letetuny, warga Desa Leku, Kabupaten Buru Selatan, merasa terharu dan bersyukur atas bantuan rehab rumah yang diberikan oleh TNI melalui program TMMD ke-125 Kodim 1506/Namlea. Ibu Wahadu yang sehari-harinya bekerja sebagai pembuat sapu lidi ini kini dapat menikmati rumah yang lebih layak dan nyaman berkat bantuan tersebut.

Rehab rumah Ibu Wahadu telah mencapai 75%, dimana sementara ini dilakukan pemasangan plafon dan keramik serta pengecatan, diharapkan dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Satgas TMMD ke-125 Kodim 1506/Namlea terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi rumah tidak layak huni di Desa Leku.

Satgas TMMD ke-125 Kodim 1506/Namlea bekerja sama dengan masyarakat Desa Leku untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat sangat terlihat dalam kegiatan ini, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

TMMD ke-125 Kodim 1506/Namlea bertujuan untuk membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana desa. Kegiatan ini juga mencakup penyuluhan dan sosialisasi tentang berbagai topik, seperti cegah tangkal radikalisme, KB Kes, wawasan kebangsaan, stunting, dan pemberian nutrisi tambahan.

Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Mohammad Tamami, S.Sos, Senin (11/08/2025) mengungkapkan bahwa tujuan dari TMMD ke-125 ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun infrastruktur di daerah terpencil. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Dengan adanya kegiatan TMMD ke-125, Dandim berharap dapat menciptakan kemanunggalan TNI-Rakyat dan membentuk ruang juang komponen pendukung dalam pertahanan negara. “Kemanunggalan Rakyat dengan TNI adalah kunci keberhasilan dalam membangun bangsa dan negara. Dengan gotong royong, kita dapat memperkuat pertahanan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Dandim.

(Yuli)

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş