31.5 C
Jakarta
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 57

Satbrimob Polda Sumsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Penuh Khidmat

0

Palembang – Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan suasana penuh khidmat, Selasa (17/9/2025). Kegiatan ini berlangsung di Mako Satbrimob Polda Sumsel dan diikuti oleh seluruh keluarga besar Satbrimob.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Susnadi, S.I.K. beserta Ketua Bhayangkari Cabang Satbrimobda Sumsel Ny. Etti Susnadi. Turut hadir Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K., M.H. beserta Ibu Wakil Ketua Bhayangkari, para Pejabat Utama Satbrimob, seluruh anggota, dan Bhayangkari.

Dalam peringatan ini, disampaikan pesan-pesan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan nilai keimanan, keikhlasan, dan kepemimpinan. Melalui momentum ini, diharapkan keluarga besar Satbrimob Polda Sumsel dapat semakin mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kombes Pol. Susnadi, S.I.K. dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan keteladanan Rasulullah SAW dalam setiap langkah pengabdian.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

(Yuli)

Kesenjangan Ekonomi Antara Warung Rakyat dan Ritel Modern: Diduga pemkot Semarang dan pemangku kepentingan Tutup mata tutup telinga ada faktor pembiaran

0

Semarang, Update 87.com ||
Maraknya ekspansi toko ritel modern seperti Alfamart, Indomart, Alfamidi, dan jaringan “mart” lainnya yang masuk hingga ke pelosok kampung menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Keberadaan mereka semakin menekan eksistensi warung-warung rakyat yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga kecil di lingkungan masyarakat.

Fenomena ini berpotensi menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara warung rakyat dengan ritel modern. Padahal, di sisi lain Pemerintah Kota Semarang terus menyuarakan semangat pemberdayaan UMKM. Namun, kebijakan yang memberi ruang bebas bagi berkembangnya ritel modern justru menjadi kontraproduktif dengan semangat tersebut.

“Kondisi ini harus segera menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Semarang perlu mengambil langkah-langkah strategis agar tidak menimbulkan ketidakadilan dan rasa ketertinggalan bagi pelaku ekonomi rakyat. Harus ada keberpihakan yang jelas terhadap warung rakyat agar mereka tetap bertahan di tengah gempuran kapitalisasi ritel modern,” tegas Dr. H. AM. Jumai, SE., MM., Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang sekaligus Da’i Kota Semarang Jawa Tengah.

Lebih lanjut, AM Jumai menyampaikan bahwa pihaknya bersama elemen organisasi kemasyarakatan (ormas) akan menghadap DPRD Kota Semarang untuk mendesak adanya regulasi yang lebih tegas, khususnya melalui Peraturan Daerah (Perda), terkait keberadaan dan pembatasan toko-toko ritel modern di kawasan pemukiman.

“Kondisi ekonomi hari ini sedang tidak baik-baik saja. Tingginya angka pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat, serta tantangan pasca-pandemi menjadikan kesenjangan ekonomi berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial dan ketidaknyamanan di masyarakat. DPRD dan Pemerintah Kota Semarang harus menunjukkan jiwa Ulul Albab: kepemimpinan yang bijak, berpikir jauh ke depan, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas,” tambahnya.

Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu menegaskan bahwa membangkitkan UMKM tidak boleh hanya sebatas jargon, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk regulasi nyata yang mampu melindungi ekonomi rakyat kecil dari dominasi ritel modern.
(Editor, Adi – Sun & Tim Update 87 Jateng)

Dukung Program Penurunan Angka Stunting, Kodim 1710/Mimika Beri Makanan Tambahan Kepada Balita Jelang Peringatan HUT Ke-80 TNI

0

Timika – Kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. TNI bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti BKKBN dan kader kesehatan, untuk memberikan edukasi pola asuh yang benar kepada orang tua.

Hal ini yang juga dilakukan Kodim 1710/Mimika, menjelang hari jadi TNI ke-80 Tahun 2025, Kodim 1710/Mimika bersama Persit KCK Cab. XXXV menggelar kegiatan PMT gratis kepada Balita bertempat di Kp. Muare, Distrik Mimika Timur, Kab. Mimika, Selasa (16/09/2025).

Dalam keterangannya, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos,.M.Han,.M.A. mengatakan, makanan tambahan yang diberikan kepada Balita tersebut mengandung nutrisi tambahan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama di daerah dengan keterbatasan akses makanan bergizi.

“Pemberian makanan tambahan dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI ini bertujuan untuk mengatasi masalah gizi kronis dan mendukung tumbuh kembang optimal anak. Melalui pembagian makanan tambahan gratis ini, diharapkan terjalin kedekatan antara TNI dengan masyarakat sekaligus membantu program pemerintah dalam penurunan angka Stunting khususnya di wilayah Kab. Mimika,” kata Dandim.

Dandim juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat, sesuai dengan visi TNI PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif).

(Yuli)

Penemuan Mayat Nelayan Asal Pandeglang Di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan

0

Lampung Selatan, Berita Duka datang dari perairan Pulau Sebesi, ketika seorang nelayan bernama Casmito (50) ditemukan tak bernyawa, di pinggir pantai pada Selasa, 16 september 2025 pagi. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, sekaligus menyoroti risiko yang tak terhindarkan dalam profesi melaut.

Casmito, seorang warga Kampung Nelayan, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga telah berhari-hari terombang-ambing di laut sebelum akhirnya ditemukan.

Laporan mengenai penemuan jenazahnya pertama kali diterima oleh Pos SAR Bakauheni pada pukul 06.45 WIB. Wili, seorang anggota Polisi Air dan Udara (Polairud), menjadi saksi mata yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut, memicu respons cepat dari tim penyelamat.

Begitu laporan diterima, Kantor SAR Lampung tanpa menunda-nunda segera memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Bakauheni menuju lokasi kejadian. Proses penyelamatan bukan hanya melibatkan satu pihak, melainkan sebuah kolaborasi solid dari berbagai instansi.

Tim SAR gabungan ini terdiri dari unsur Pos SAR Bakauheni, Polairud Polres Lampung Selatan, Polairud Polda Lampung, dan Pos AL Kalianda. Sinergi ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam operasi penyelamatan di laut yang seringkali penuh tantangan.

Dengan sigap, tim melakukan evakuasi menggunakan RIB 02 Lampung, sebuah perahu karet yang dirancang khusus untuk operasi penyelamatan di perairan. Proses evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 10.20 WIB, membawa jenazah Casmito dari dinginnya laut.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Casmito langsung dilarikan ke RS Bob Bazar. Di sana, proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

“Dengan telah dievakuasinya korban, maka operasi SAR ini dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” ujar Restu Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni, mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Casmito masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Apakah ia jatuh dari perahu, mengalami kecelakaan, atau ada faktor lain yang menyebabkan tragedi ini, masih menjadi misteri yang harus diungkap.

 

Nugraha.

Komandan Kodikmar Pimpin Langsung Penutupan Pendidikan Komando (Dikko) Marinir 176

0

TNI AL, Kodikmar (Kodiklatal). Komandan Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Made Sukada, S.E., CHRMP memimpin langsung upacara Penutupan Pendidikan Komando (Dikko) Marinir Angkatan 176 di Pantai Baruna Malang Selatan, Senin (15/09/2025).

Para petarung muda generasi Korps Marinir yang diantaranya Dikmaba dan Dikmata 44 Gel 2 sebelumnya digembleng melewati kerasnya pendidikan Komando Marinir dengan rangkaian kegiatan Lattek Dikko yang telah berlangsung selama 68 hari, meliputi tahap Dasar Komando, Kelautan, Hutan dan Gunung, Operasi Khusus Gerilya Lawan Gerilya serta Lintas Medan.

Upacara penutupan Pendidikan Komando tersebut ditandai dengan pelepasan tanda siswa Dikko, penyematan brevet komando dan pemakaian pisau komando oleh Komandan Kodikmar Brigjen TNI (Mar) I Made Sukada, S.E., CHRMP. sebagai siswa Dikko Dikmaba diraih Serda Marinir Willi Pattiselanno, sedangkan Dikmata diraih oleh Prada Marinir Novtri Damus Sihotang.

Dalam amanatnya, Komandan Kodikmar menyampaikan bahwa kemampuan bertempur yang saudara miliki, baik di darat, di hutan maupun di laut pada berbagai medan dan cuaca yang telah didapatkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan janganlah terlalu cepat puas dengan apa yang telah diraih, karena masih banyak ilmu-ilmu pengembangan di satuan nantinya, untuk menambah kemampuan sebagai prajurit Korps Marinir.

“Aplikasikan ilmu yang saudara dapat sebaik-baiknya, dimanapun saudara berada dan bertugas nantinya. Menjadi Marinir adalah pilihan hidup dan menjadi Marinir adalah pilihan kata hati. Tetaplah berlatih agar naluri tempur saudara tetap terpelihara sehingga menjadi kebanggaan TNI Angkatan Laut, Bangsa dan Negara”, ungkapnya.

(Yuli)

Kisah Aksi Penyelamatan di Balik Agustus Kelabu 2025

0

Jakarta, Agustus 2025 –Aksi demonstrasi besar di penghujung Agustus 2025, yang semula dimulai dengan teriakan orasi dan spanduk perlawanan, berubah menjadi kerusuhan yang sulit dikendalikan. Jalanan ibu kota dipenuhi kepulan asap, lemparan batu, botol kaca, hingga molotov yang melayang ke segala arah. Massa yang beringas membakar ban, merusak fasilitas umum, dan berhadapan langsung dengan aparat. Suara sirene, ledakan petasan rakitan, serta jerit panik bercampur menjadi pemandangan kelam yang mencabik rasa aman warga.

Di tengah gelombang anarki itu, hadir para penyelamat Tim Kesehatan Taktis Korbrimob Polri, atau yang dikenal sebagai Tim Cobra. Di bawah kendali Kombes Pol dr. Bambang Wiji Asmoro, M.Han, serta koordinator lapangan AKBP dr. Sulistyo Purbo Harsono, beserta tiga tim medis taktis yang dipimpin oleh Iptu dr. Kustian Pramudita, Iptu dr. Amsal Andrianto, dan Ipda dr. David Yohan bergerak tanpa ragu. Mereka bukan sekadar pelengkap operasi, melainkan garda terdepan penyelamat kemanusiaan ditengah gelombang anarki.

28 Agustus 2025, menjadi awal hari yang sangat panjang bagi jajaran personel pengamanan unjuk rasa di Ibukota termasuk Tim Kesehatan Taktis Cobra yang saat itu terbagi di beberapa titik krusial seperti Gedung MPR/DPR RI, Polda Metro Jaya dan Perempatan Slipi dan sekitarnya. Slipi menjadi saksi bisu. Saat seorang perwira, AKP Darkun, roboh dihantam benda tumpul, darah mengalir deras dari kepalanya, tubuhnya melemah di tengah kerumunan massa. Tim Cobra tanpa gentar menerobos barisan dan ancaman. Dengan tangan cekatan mereka menghentikan perdarahan, memasang balut darurat, menstabilkan pernapasan, lalu mengevakuasi korban dengan prosedur medevac. Di tengah hujan batu dan gas air mata, ambulans taktis yang mereka gunakan bahkan sempat dihantam berkali-kali, namun tetap melaju demi menyelamatkan nyawa.

Tak berhenti di sana, pos kesehatan lapangan menjadi medan perjuangan berikutnya. Perban diganti, oksigen darurat diberikan, luka dijahit seadanya, dan korban yang histeris ditenangkan. Dalam perlengkapan terbatas, tim medis bekerja nyaris tanpa jeda, sementara koordinasi dengan RS Bhayangkara Polri berjalan ketat. Ambulans hilir mudik membawa korban luka berat menuju IGD, di mana dokter dan perawat menunggu dengan triase darurat. Di setiap perjalanan, doa dipanjatkan agar detak jantung para korban tetap bertahan.

Namun, tugas mereka tak berhenti di garis konflik. Keluarga para personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang berlokasi di Kwitang terisolir oleh kumpulan masa anarkir sehingga memerlukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman dari kerusuhan juga menjadi prioritas. Di bawah pimpinan AKP Panca Sirsanti, A.Md. Kep, S.H, keluarga anggota yang dievakuasi ke Fave Hotel dan Blue Sky Hotel Jakarta mendapatkan penanganan menyeluruh. Tim kesehatan RS Bhayangkara Brimob membuka pos layanan medis di dua hotel tersebut, memberikan pemeriksaan kesehatan umum, layanan obat-obatan, serta konsultasi psikologis untuk mengurangi trauma akibat ketegangan berhari-hari.

Anak-anak anggota Brimob yang ikut dievakuasi diperiksa satu per satu; kondisi gizi, kesehatan pernapasan, hingga tanda-tanda kelelahan dipantau secara ketat. Para ibu mendapatkan konseling agar tetap kuat mendampingi keluarga mereka. Bahkan salah satu anggota keluarga yang membutuhkan hemodialisa rutin tetap didampingi secara khusus oleh tim medis RS Bhayangkara Brimob, memastikan aksesnya ke rumah sakit rujukan tidak terputus. Bagi keluarga, pelayanan ini menjadi penopang harapan.

Untuk menjaga stamina personel di lapangan, tim kesehatan juga membagikan vitamin, obat-obatan, serta melakukan patroli kesehatan di pos-pos pengamanan. Mereka memastikan setiap anggota yang berjaga tetap sehat dan siap menghadapi dinamika situasi yang terus berubah. Setiap tindakan yang dilakukan bukan sekadar rutinitas medis, melainkan pengabdian yang lahir dari hati.

Di balik wajah penuh peluh, seragam yang ternoda darah, dan tubuh yang kelelahan, tersimpan semangat juang yang tak pernah padam. Aksi heroik itu membuktikan bahwa penyelamatan nyawa bukan hanya soal keterampilan, melainkan keberanian, keteguhan, dan cinta tanah air.Agustus Kelabu 2025 akan tercatat dalam sejarah sebagai masa krisis. Namun di balik asap dan kobaran api, lahir kisah keberanian: kisah tentang tim medis Korbrimob yang berdiri tegak menjaga kemanusiaan. Mereka mengajarkan bahwa menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan masa depan bangsa.

*“To save life, BRIGADE”* – prinsip ini bukan sekadar semboyan, melainkan nafas perjuangan. Dan di tengah luka ibu kota, mereka menorehkan pesan abadi: bahwa di saat gelap sekalipun, masih ada cahaya keberanian yang tak pernah padam.

(Yuli)

Korban Penganiayaan Tiga Pria Hingga Pingsan Buat Laporan ke Polsek Deli Tua

0
  1. Medan, Update87.com

Bintang Perdana Hadi Atmaja (20), warga Jalan Besar Deli Tua, Gang Atika, Desa Mekarsari, Kecamtan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Sembiring Jalan Besar Deli Tua, karena mengalami luka-luka akibat penganiayaan hingga mengalami muntah pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Penganiayaan terhadap korban dilakukan oleh pria yang biasa dipanggil Sitorus yang diketahui bekerja di penampungan botot Jalan Besar Deli Tua, Gang Atika dan abangnya seorang pecatan polisi terkait kasus narkoba yang biasa dipanggil Acoi, serta seorang temannya.

Menurut Rika Andayani (44), ibu dari korban kepada wartawan, Minggu (14/9/2025) mengatakan, bahwa dirinya yang sedang berada di rumah tiba – tiba diberitahu tetangganya bahwa anaknya yang saat itu habis dari warung di sekitar depan Jalan Besar Deli Tua, telah dalam keadaan terkapar dan pingsan di Gang Atika dengan kondisi tidak sadarkan diri akibat dianiaya ke 3 pelaku yang sempat dilihatnya melarikan diri dan meninggalkan korban yang tak sadarkan diri.

“Saat itu saya langsung keluar rumah setelah diberitahu tetangga saya, bahwa anak saya dianiaya dan saat itu saya melihat anak saya sudah tergeletak dijalan, sedangkan ke 3 pria itu langsung melarikan diri, ” ungkapnya.

Selanjutnya Rika menuturkan bahwa setelah kejadian itu dirinya yang melihat kondisi anaknya yang tak sadarkan diri akibat penganiayaan 3 pelaku, akhirnya membawanya ke RS Sembiring Jalan Besar Del Tua.

“Sempat saya sadarkan dan membawanya ke Polsek Deli Tua, namun tiba -tiba dia pingsan lagi dan di Polsek Deli Tua, lalu melihat hal itu, saya langsung melarikannya ke RS Sembiring untuk mendapatkan perawatan karena sempat mengalami muntah 2 kali, makanya saya yang membuat laporannya, saya mohon polisi segera menangkap para pelaku, karena perbuatan pelaku telah mengakibatkan anak saya saat ini dalam perawatan, “ucap Rika sambil menunjukan bukti laporan pengaduan No LP/B/447//IX/2025/SPKT/Polsek Delitua/Polrestabes Medan/Poldasu. tanggal 14 September 2025.

Kapolsek Deli Tua, Kompol Suryanto P Simbolon ketika dikonfirmasi, Senin (15/9/2025) mengatakan, akan menindak lanjuti. “Kita tindak lanjuti, ” pungkasnya. (Endan)

PT. Nury Jaya Perkasa (NJP) gelar pendidikan security tingkat Gada Pratama

0

KARAWANG – PT. Nury Jaya Perkasa (NJP) gelar pendidikan security tingkat Gada Pratama, angkatan ke 3, bertempat di gedung utama dan tempat latihan di Kampung Sukamanah Desa Cikampek Barat Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang.

Gelar pendidikan Satuan Pengamanan (Satpam) tingkat Gada Pratama (Dasar) dimulai pada Kamis (11/9/2025) sampai dengan Selasa (16/9/2025), diikuti 25 peserta.

Pendidikan Satpam tersebut merupakan sertifikasi yang wajib ditempuh bagi mereka yang berminat memasuki dunia pengamanan, selain sebagai persaratan, juga sebagai pembekalan kemampuan keSatpaman yang profesional dan handal sebagai pengamanan dimanapun ditempatkan.

“Pendidikan Satpam ini merupakan latihan dasar, agar mereka mempunyai kemampuan keSatpaman dimana tugasnya membantu kepolisian dalam menjaga Kamtibmas khusunya dilingkungan tempat kerjanya,” ujar Aipda Ruslan selaku pembina dan instruktur pendidikan Satpam dari Binmas Polda Jawa Barat. Senin (15/9/25)

Terpantau para peserta yang mengikuti pendidikan KeSatpaman tersebut selama pendidikan siang dan malam mengikuti pelajaran dan pelatihan tentang keSatpaman. Dan mereka yang sudah selesai pendidikan akan mendapatkan izasah yang diterbitkan Ditbinmas Polda Jabar.

(Yuli)

Satbrimob Polda Sumsel Laksanakan Sterilisasi dan Pengamanan Pertandingan Liga 2 Indonesia di Jakabaring

0

Palembang – Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel bersama Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel melaksanakan sterilisasi dan pengamanan dalam rangka pertandingan sepak bola Kompetisi Liga 2 Indonesia Tahun 2025 yang mempertemukan Sriwijaya FC melawan Garudayaksa FC. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, dengan pengamanan ketat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, minggu 14/9/2025.

Dari Detasemen Gegana, kegiatan sterilisasi area stadion dilakukan oleh Unit Jibom dan KBR yang dipimpin oleh PS. Kanit 1 Subden 3 IPDA Syamsul Bahri. Selain itu, Unit Wanteror turut disiagakan di bawah pimpinan PS. Kanit 1 Subden 1 IPDA Sutarso guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumsel menurunkan sebanyak 1 SSK personel yang dipimpin oleh Padal AKP Dede Wawan, S.H. Kehadiran personel ini difokuskan pada pengamanan jalannya pertandingan, baik di dalam maupun di sekitar area stadion.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi, S.I.K., menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob dalam pengamanan pertandingan sepak bola ini merupakan wujud komitmen dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan suporter yang hadir.

Dengan adanya sterilisasi serta pengamanan terpadu dari jajaran Satbrimob Polda Sumsel, diharapkan jalannya pertandingan Sriwijaya FC vs Garudayaksa FC dapat berlangsung lancar, tertib, dan aman tanpa adanya gangguan berarti.

 

(Yuli)

Dansat Brimob Polda Sumsel Beri Arahan Perkembangan Situasi Harkamtibmas kepada Jajaran Intel Satbrimob Polda Sumsel

0

Palembang – Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan **Kombes Pol. Susnadi, S.I.K.** memimpin langsung kegiatan pengarahan terkait perkembangan **situasi Harkamtibmas** di wilayah hukum Polda Sumsel. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh jajaran Intelijen Satbrimob Polda Sumsel melalui **Zoom Meeting**, bertempat di **Aula Teratai Mako Satbrimob Polda Sumsel**, Senin (15/09/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Dansat Brimob didampingi oleh **Kasi Intel Satbrimob Polda Sumsel, AKP Dedy Wijaya**. Arahan yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya deteksi dini, pengumpulan informasi, serta analisis intelijen yang akurat guna mendukung upaya pencegahan potensi gangguan kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Dansat Brimob menegaskan bahwa peran intelijen sangat vital dalam menjaga stabilitas keamanan, terlebih menghadapi dinamika sosial yang cepat berubah.

> *“Setiap personel intelijen harus peka terhadap situasi, mampu membaca potensi kerawanan sejak dini, serta segera melaporkan secara berjenjang agar langkah pencegahan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat,”* tegas Kombes Pol. Susnadi.

Arahan ini diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas jajaran Intel Satbrimob Polda Sumsel dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polda Sumsel.

(Yuli)

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş